Buka konten ini

EINDHOVEN (BP) – SSC Napoli adalah peraih scudetto Serie A musim lalu. Atletico Madrid dikenal memiliki pertahanan yang sangat disiplin. Bayer Leverkusen juga membaik performanya setelah Kasper Hjulmand menggantikan Erik ten Hag. Akan tetapi, matchday ketiga fase League Liga Champions, Rabu (22/10) seperti hari buruk bagi ketiga klub tersebut. Napoli, Atletico, dan Leverkusen menelan kekalahan telak.
Napoli, misalnya, ditaklukkan 2-6 oleh PSV Eindhoven di Phillips Stadion, Eindhoven. Tiga gol terakhir PSV terjadi secara beruntun dalam rentang waktu sembilan menit antara menit ke-80 hingga ke-89. “Kami melakukan kesalahan (di menit-menit akhir),’’ katail capitano Napoli Giovanni Di Lorenzo dilansir dari Tutto Napoli.
”Keinginan kami menghindari kebobolan tidak se-perti seharusnya,’’ sambung Di Lorenzo yang menyebut pertahanan Napoli banyak melakukan kesalahan individu.
Di Stadion Emirates, London, kandang Arsenal, Atletico juga kebobolan tiga gol dalam kurun waktu enam menit karena kesalahan individu. Seperti dilansir dari Mundo Deportivo, entrenador Atletico Diego Simeone menyoroti kesalahan anak asuhnya. ’’Dari kesalahan individu kemudian bisa jadi kesalahan kolektif,’’ ucapnya.
Sementara pertahanan Leverkusen malah hanya butuh waktu tiga menit untuk dibobol tiga kali oleh juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam kekalahan 2-7 di depan pendukungnya sendiri, di Bay Arena. Ketiga gol beruntun PSG tersebut terjadi pada menit ke-41, 44 dan 45+3. Di antara ketiga gol, Desire Doue menorehkannya dua kali dan satu gol sisanya dari kreasi Khvicha Kvaratskhelia.
”Aku sudap siap masuk ke ruang ganti dengan kedudukan 1-1 untuk kemudian mempersiapkan pergantian pemain. Namun, sebelum turun minum, kami malah kebobolan lagi sampai tiga kali. Dengan kedudukan 1-4, pertandingan seperti sudah berakhir lebih awal,” tutur Hjulmand kepada Bild. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG