Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Sudah tiga hari Abdul Rani, 73, warga Dusun Penebung, Desa Air Putih, Kecamatan Siantan, tak kunjung kembali dari kebunnya. Kakek itu dilaporkan hilang sejak Senin (20/10) pagi, setelah pamit kepada keluarga untuk pergi ke kebun seperti biasanya.
Menjelang sore, Abdul Rani tak juga pulang. Keluarga yang cemas sempat mencari ke sekitar kebun, namun hasilnya nihil. Baru keesokan harinya, Selasa (21/10), mereka melapor ke Basarnas Natuna untuk meminta bantuan pencarian.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi,” ujar Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman, kepada Batam Pos, Rabu (22/10).
Tim SAR gabungan bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat kemudian menyisir area kebun dan perbukitan di Dusun Penebung. Pencarian difokuskan di titik koordinat 3°08’32.11” LU dan 106°18’17.67” BT, wilayah yang kerap dilalui Abdul Rani saat beraktivitas di kebun.
“Hingga hari ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Kami sudah menelusuri jalur yang biasa dilewatinya,” kata Abdul Rahman.
Diketahui, Abdul Rani memiliki riwayat penyakit dimensia. Kondisi itu diduga membuatnya kesulitan mengenali jalan pulang atau mengingat arah, sehingga kemungkinan besar ia tersesat di area kebun.
Pencarian dilakukan dengan metode darat. Tim menyisir jalur utama hingga ke area hutan dan kebun milik warga. Basarnas juga mengimbau masyarakat sekitar untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan Abdul Rani. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga,” tambah Abdul Rahman.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO