Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Siapa pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia masih menjadi tanda tanya. Padahal, skuad Garuda akan menjalani FIFA Match bulan depan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hingga kini masih menunda pembicaraan soal sosok pengganti eks pelatih timnas Curacao tersebut. “Nah, kan itu tadi saya bilang, saya di sini sebagai Menpora. Nanti itu ada tuh posisinya sendiri. Jadi teman-teman belum biasa rupanya, harus mulai biasa gitu ya,” ungkap Erick di Gedung Kemenpora, Selasa (21/10).
Erick juga meminta awak media untuk lebih bijak dalam menanyakan soal pelatih kepadanya yang kini juga berstatus sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). “Ya kan kita tidur di satu rumah, kita harus saling menghargai, harus saling menyayangi.
Karena kalau kita selalu memecah diri kita sama kita tidak akan dewasa, selalu akhirnya konflik. Tadi saya sudah bilang bahwa tentu ada tupoksinya masing-masing,” katanya.
Sementara itu, mantan pelatih timnas Indonesia, Alex Pastoor, mengaku tidak terkejut dengan berakhirnya kerja sama dirinya dengan PSSI. “Sudah biasa dalam sepak bola. Bisa saja terjadi dalam situasi seperti ini. Tapi, saya kira proyek ini lebih ke jangka panjang, lebih jauh dari sekadar lolos ke Piala Dunia,” ujarnya dalam wawancara dengan Ziggo Sport.
Dikatakannya, baik di lapangan maupun di antara staf kepelatihan, timnya telah berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan oleh PSSI. “Saya rasa kami telah melakukan itu sepenuhnya. Namun, itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara sekaliber ini,” paparnya.
Menurut Alex, setelah kepulangan tim pelatih dari Jeddah usai gagal di ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, pihaknya merasakan sentimen negatif di Indonesia.
Rombongan pelatih asal Belanda itu pun langsung kembali ke Belanda. “Dan kami mempertanyakan, apakah kami mau bekerja dalam atmosfer seperti ini? Akhirnya kami sepakati dengan PSSI untuk mengakhiri kerja sama,” ungkap Alex.
Ia menilai, bagi tim yang berada di peringkat ke-119 FIFA, target lolos ke Piala Dunia merupakan hal yang tidak realistis. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG