Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pemerintah resmi meluncurkan program magang lulusan perguruan tinggi (magang bergaji). Program tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025. Sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda di dunia industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan program itu merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. ”Per hari Jumat (17/10) sudah ada 1.666 perusahaan yang bergabung yang menyediakan 26.181 lowongan magang,’’ katanya.
Dia melanjutkan, magang bergaji tersebut bakal berlangsung dalam dua gelombang. Peserta akan ditempatkan di sektor usaha, industri, BUMN, lembaga pemerintah, serta Bank Indonesia. ’’Kami ingin mendorong penciptaan lapangan kerja produktif di berbagai sektor,’’ tegasnya.
Setiap peserta magang akan mendapatkan uang saku bulanan yang disesuaikan dengan standar daerah masing-masing. Pemerintah juga menanggung iuran jaminan kehilangan kerja serta jaminan kematian (JKM). ”Dan itu tidak memotong uang saku yang diberikan pemerintah,” ujar Airlangga.
Selain dukungan dunia usaha, beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pancasila ikut berkontribusi dalam penyediaan calon peserta. Termasuk penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.
”Saya tidak hanya dapat uang saku, tetapi juga jaminan sosial. Saya pun merasa lebih aman saat menjalani magang,” ungkap Aisyah, peserta magang lulusan psikologi UNJ. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG