Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam menapaki usia ke-21 dengan semangat baru menuju pelayanan publik yang paripurna. Peringatan hari jadi tahun ini tak sekadar diisi kemeriahan, tetapi juga dijadikan momentum untuk berbenah dan memperbaiki citra rumah sakit pemerintah di mata masyarakat.
Perayaan yang berlangsung selama dua hari itu diwarnai berbagai kegiatan menarik, mulai dari bazar UMKM karyawan, lomba karaoke, dance hand hygiene, hingga ajang kreativitas Agent of Change (ADC). Suasana kekeluargaan terasa hangat di halaman rumah sakit yang dipenuhi tenda bazar berisi aneka kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan hasil karya pegawai RSUD sendiri.
Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari, mengatakan rumah sakit tengah bertransformasi menuju sistem pelayanan berbasis digital.
“Kami akan membangun gedung terpadu delapan lantai agar pelayanan makin efisien. Semua tenaga medis harus bekerja dengan hati dan bahagia, supaya pasien juga merasakan energi positif itu,” ujarnya, Sabtu (18/10).
Menurutnya, RSUD Embung Fatimah kini memiliki beragam layanan unggulan. Mulai dari rawat inap jiwa, rehabilitasi pasien amputasi dengan kaki dan tangan palsu, hingga perawatan penyakit berat seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal. “Sekarang pasien tak perlu lagi ke luar negeri untuk pasang ring jantung. Semua layanan sudah tersedia di sini,” tambahnya.
Selain peningkatan mutu layanan medis, momen ulang tahun juga dimaknai sebagai ajang mempererat kebersamaan antartenaga kesehatan. “Kami ingin menunjukkan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya terampil merawat pasien, tapi juga kreatif dan humanis,” kata Roro.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara itu mengingatkan, ulang tahun bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan untuk refleksi dan perbaikan. “Ulang tahun harus dimaknai sebagai cermin. Apa yang sudah dicapai, dan apa yang perlu ditargetkan ke depan. Jangan sampai grafik pelayanan justru menurun,” pesannya.
Amsakar juga berharap RSUD Embung Fatimah dapat menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada rumah sakit pemerintah. “Saya harapkan mulai sekarang, RSUD mampu membuktikan bahwa cerita negatif itu tidak benar. Rumah sakit ini harus siap melayani, dengan dokter standby dan ketersediaan obat yang memadai,” tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami mendengar langsung keluhan masyarakat. Itu harus dijadikan bahan introspeksi. RSUD Embung Fatimah harus tampil lebih profesional dan responsif,” ujarnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK