Buka konten ini
BATAM (BP) – Raksasa teknologi dunia Apple ternyata telah membuka pabrik perakitan perangkat AirTag di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima (TIP), Batam. Pabrik ini menjadi tonggak baru investasi Apple di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar 1 miliar dolar AS (USD) atau setara Rp1,5 triliun, serta berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan operasional pabrik tersebut sudah mulai berjalan meski masih dalam tahap awal.
“Sudah beroperasi walaupun berskala kecil, karena targetnya pada November–Desember nanti sudah beroperasi penuh,” ujarnya, Kamis (16/10).
Menurut Amsakar, saat ini pabrik tersebut telah merekrut sekitar 400 tenaga kerja, dan jumlahnya akan terus meningkat seiring rampungnya tahap pembangunan berikutnya.
“Untuk sementara rekrutmen tenaga kerjanya sekitar 400 orang, tapi tahun depan bisa mencapai 6.600 tenaga kerja,” katanya.
Ia menyebut, kehadiran Apple di Batam bukan hanya simbol investasi besar, melainkan juga bagian dari strategi BP Batam dalam memperkuat daya saing industri teknologi serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal. “Ini salah satu upaya yang kita lakukan untuk menarik investasi, meningkatkan serapan tenaga kerja, dan menekan angka pengangguran,” ujar Amsakar.
Pabrik Apple di Batam ini menjadi fasilitas pertama perusahaan tersebut di Indonesia yang memproduksi AirTag — perangkat pelacak canggih yang terhubung dengan jaringan Find My milik Apple. Proyek ini juga menandai langkah baru Batam sebagai pusat manufaktur berteknologi tinggi di Asia Tenggara.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada efisiensi rantai pasok dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Pabrik ini diproyeksikan menjadi salah satu yang paling modern di kawasan Batam. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG