Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Keberadaan Suherman, 48, warga Desa Tarempa Barat yang kerap mengamuk di lingkungan sekitar, akhirnya ditangani pihak berwenang. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepulauan Anambas mengamankan pria tersebut dan membawanya ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Dinsos Anambas, Usman, menjelaskan langkah ini diambil setelah menerima laporan resmi dari keluarga pasien melalui Kepala Desa Tarempa Barat. “Laporan berasal dari pihak keluarga, khususnya saudara kandung pasien, yang memohon agar pasien bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan,” ujarnya, Jumat (17/10).
Menurut Usman, ulah pasien selama ini menimbulkan keresahan warga. Beberapa kali ia mengamuk di tempat umum, termasuk di kedai kopi dan pemukiman, sehingga menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman.
“Pasien kadang marah sendiri dan berbicara keras di jalan, bahkan membuat warga panik. Keluarga dan aparat desa pun sepakat untuk segera melaporkan kondisi ini,” tambahnya.
Menindaklanjuti laporan, Dinsos bersama keluarga dan aparat desa langsung melakukan evakuasi. Suherman dibawa ke Rumah Sakit Sudarsono Batam untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, didampingi anggota keluarga agar proses berjalan lancar. Dinsos juga mengurus semua administrasi dan koordinasi dengan pihak rumah sakit.
Usman menjelaskan, masa perawatan pasien bergantung pada hasil pemeriksaan medis. Jika kondisi tergolong ringan, pasien diperkirakan menjalani perawatan satu hingga dua bulan. Namun, jika kondisi lebih serius, masa perawatan akan lebih lama. “Kami akan terus memantau hingga pasien dinyatakan sembuh dan siap dikembalikan ke keluarga,” ujarnya.
Langkah ini, menurut Usman, bukan hanya untuk keselamatan pasien, tetapi juga demi ketertiban dan kenyamanan masyarakat. “Kami ingin semua pihak merasa aman. Semoga pasien segera pulih dan dapat beraktivitas normal kembali tanpa mengganggu lingkungan,” tutupnya.
Dengan penanganan cepat Dinsos, warga Desa Tarempa Barat kini merasa lebih tenang setelah beberapa waktu terakhir hidup dalam ketakutan akibat ulah pasien yang sering mengamuk tanpa sebab. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO