Buka konten ini

PANTAI Gading tidak ingin kalah dengan Inggris saat sukses menyegel tiket ke Piala Dunia 2026. Les Elephants – julukan Pantai Gading – juga melenggang dengan capaian nirbobol selama kualifikasi zona CAF di grup F. Meski, Pantai Gading tidak sapu bersih kemenangan seperti Inggris (dari sepuluh laga, delapan kali menang dan dua kali seri).
Pantai Gading memungkasi rapor nirbobol saat mengalahkan Kenya 3-0 dalam matchday pemungkas di Alassane Ouattara Stadium, Ebimpe, kemarin (15/10).
Juara bertahan Piala Afrika (2023) itu pun comeback ke Piala Dunia setelah kali terakhir pada edisi 2014 di Brasil. Saat itu, Pantai Gading sudah angkat koper di fase grup.
Di balik keberhasilan Pantai Gading lolos ke Piala Dunia 2026 tanpa kebobolan , ada sosok Emerse Fae. Dia jadi pelatih asli Pantai Gading pertama yang membawa negaranya lolos ke Piala Dunia. Entraineur 41 tahun tersebut terhitung baru melatih Pantai Gading alias sejak tahun lalu. Sebelumnya, Fae melatih Pantai Gading U-23.
Fae punya julukan mentereng di negaranya, yakni ”Pep Guardiola dari Afrika”.
Hal itu karena filosofi dan skema andalan Fae memang mengadopsi filosofi main atau taktik Sang Filsuf – julukan Pep. Seperti dilansir dari Pulse Sports, Fae menyebut timnya tidak bertahan total untuk bisa menorehkan nirbobol dalam sepuluh laga kualifikasi.
’’Sebaliknya, malah banyak negara yang bermain bertahan ketika melawan kami. Tetapi, kami percaya pertahanan terbaik adalah dengan menyerang,’’ ucap Fae pede (percaya diri).
”Kami selalu berusaha memulai laga dengan kuat, mengaplikasikan taktik, dan menunjukkan bahwa kami bermain selayaknya negara kontestan Piala Dunia,’’ tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG