Buka konten ini
Para anggota Karang Taruna RW 8 Simolawang Surabaya yang berekreasi ke Pantai Modangan, Kabupaten Malang, sudah seperti bersaudara dan aktif dalam berbagai kegiatan kampung. Yang selamat masih digelayuti trauma psikis kepergian para sahabat.

DI tengah situasi sulit akibat gempuran ombak, Muhammad Jardi harus menghadapi pilihan berat: membantu Rafi atau Firya. Kedua sahabatnya itu meminta pertolongan karena terseret arus Pantai Modangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Jardi sudah pasti ingin menolong keduanya. Tapi, ombak besar membuat situasinya tidak memungkinkan. Akhirnya, Firya yang posisinya lebih dekat yang secara instingtif dia pegangi dan seret agar tak terseret.
“Firya sempat dihantam ombak juga, tapi syukurlah bisa selamat. Namun, Jardi masih terbayang kondisi Rafi, ponakan saya yang minta tolong,” ujar Muzammil, paman Rafi, kepada Jawa Pos (grup Batam Pos)yang menemuinya di kawasan Jalan Boto Putih, Simolawang, Simokerto, Surabaya, Senin (13/10).
Muzammil mendapatkan cerita langsung dari Jardi tentang musibah yang terjadi pada Minggu (12/10) pagi lalu itu setibanya dia di Surabaya kemarin pagi. Jardi, Firya, dan Rafi merupakan bagian dari rombongan 27 orang (versi Polres Malang, total rombongan 26 orang, red) Karang Taruna RW 8 Simolawang yang berekreasi ke Pantai Modangan, Donomulyo, Kabupaten Malang.
Tangan dan kaki Jardi penuh luka lecet karena terbentur batu karang dan pasir ketika berusaha menarik temannya dari hempasan ombak.
“Jardi masih terbayang kondisi Rafi, ponakan saya yang minta tolong,” ujar Muzammil, lalu tertunduk.
Rafi Naoufal, ponakan Muzammil, ditemukan dalam keadaan meninggal di Pantai Gurah, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, kemarin pagi. Pantai Modangan memang berbatasan langsung dengan perairan Kabupaten Blitar.
Rafi adalah korban meninggal kedua yang ditemukan setelah Rinaldi Hidayat. Sedangkan Muhammad Mahin, sampai berita ini selesai ditulis kemarin pukul 17.00 kemarin, masih dalam pencarian.
Pertemanan Kuat
Rafi dan Rinaldi sudah dimakamkan. Muhammad Zulfikar Maulana, korban selamat, juga sudah pulang. Adapun keluarga Mahin masih berada di Pantai Modangan menunggu kabar pencarian.
Pantai Modangan yang berbatasan langsung dengan Blitar, sebagaimana umumnya pantai selatan Jawa, dikenal memiliki ombak besar. Pantai ini juga bertebing curam. Di sisi barat, tempat para korban bermain air, terdapat spot yang kerap disukai wisatawan karena pemandangannya indah.
Menurut Muzammil, rombongan tersebut ke Modangan dengan tujuan rekreasi melepas penat setelah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan HUT RI ke-80 di lingkungan mereka. Ketua RW 8 Simolawang, Syafii, menyebut para anggota Karang Taruna RW 8 Simolawang sebagai anak-anak muda yang aktif dalam segala hal kegiatan kampung.
“Pertemanan mereka sangat kuat, seperti bersaudara meski tidak sedarah. Karena itu, kalau ada kegiatan selalu banyak yang ikut,” katanya.
Rafi salah satunya. Zulfikar, korban selamat, adalah ketua karang taruna yang juga teman dekat Rafi dan Rinaldi. Menurut Muzammil, meski selamat, Zulfikar sempat diperiksa di salah satu rumah sakit Surabaya karena mengalami benturan akibat ombak besar.
“Secara medis mungkin ada benturan, tapi setelah dicek, Alhamdulillah sehat semua. Tapi, mungkin psikis masih trauma. Kami tahu dia terguncang berat karena kehilangan dua sahabat dekatnya di depan mata,” sambungnya. (***)
Reporter : Azami Ramadhan
Editor : RYAN AGUNG