Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Air Laut Surut di Batubesar, Warga Nikmati Senja dan Cari Kerang

BATAM (BP) – Fenomena air laut surut di Pantai Batubesar Melayu, Nongsa, menarik perhatian warga pada Sabtu sore (11/10). Permukaan laut yang menyusut jauh dari bibir pantai dimanfaatkan masyarakat untuk bermain air, mencari kerang, hingga berswafoto di tengah hamparan pasir yang terbuka lebar.

Air mulai surut sekitar pukul 15.00 WIB dan terus berlanjut hingga menjelang pukul 17.00 WIB. Menurut warga, pemandangan ini bukan hal langka dan kerap terjadi hampir setiap hari.

Pantai Batubesar dikenal memiliki kontur dataran landai, sehingga saat air laut surut, pasir pantai tampak memanjang hingga ratusan meter ke tengah. Kondisi itu menjadikannya lokasi favorit warga untuk menikmati sore atau sekadar bersantai bersama keluarga.

Anak-anak terlihat berlarian di pasir, membawa ember kecil dan kantong plastik, sementara orang dewasa sibuk memungut kerang dan siput laut yang muncul di permukaan lumpur. Langit cerah berwarna kebiruan berpadu dengan awan tipis membuat suasana sore di pantai terasa menenangkan.

“Kalau air surut seperti ini, banyak yang datang. Anak-anak senang main lumpur, sementara kami cari kerang untuk dimasak,” ujar Rani, warga Batubesar, sambil tersenyum.

Ia mengaku hampir setiap akhir pekan datang bersama keluarga untuk menikmati waktu luang di pantai. “Lokasinya aman untuk anak-anak, pasirnya lembut dan aliran airnya tenang,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Abdul Rahman, warga lainnya. Ia menyebut fenomena surut seperti itu biasa terjadi menjelang sore. “Biasanya sekitar jam empat air mulai surut. Kadang bisa jauh sekali, sampai pantainya terasa lebih luas,” ucapnya.

Menurut Rahman, banyak warga memanfaatkan momen ini untuk mencari umang, kepiting kecil, hingga remis. “Kalau beruntung bisa dapat banyak. Lumayan buat lauk makan malam,” tambahnya.

Meski begitu, warga tetap diimbau berhati-hati saat bermain di area berlumpur karena beberapa titik cukup licin dan dalam. “Tadi ada juga yang sempat tergelincir karena lumpur dan cangkang kerang,” ujar Rahman.

Fenomena alam ini tak hanya menghibur warga, tapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati senja di pesisir Batubesar. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim