Buka konten ini

PRESIDEN Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri (wamen) baru dalam jajaran kabinetnya kemarin (8/10). Dua pejabat baru itu adalah Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan dr Benjamin Paulus SpP yang ditugaskan sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi seusai pelantikan mengatakan, keputusan itu diambil karena besarnya beban kerja di kedua kementerian tersebut.
”Negara kita sangat besar, ada 514 kabupaten dan 38 provinsi. Untuk memastikan pembinaan dan pembangunan di daerah berjalan baik, Presiden menambah satu wamen di Kemendagri,” ucapnya.
Di Kemenkes, kata Hadi, beban kerjanya semakin kompleks, karena juga diminta mengawasi keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Begitu berat tugas di Kemenkes. Karena itu, presiden menambah satu wamen untuk membantu program-program berjalan baik,” ujarnya.
Tangani TB
Menkes Budi Gunadi Sadikin langsung mengajak Benjamin, wamen barunya, ke Kemenkes.
”Dokter Beni (sapaan akrab Benjamin) adalah spesialis paru dan salah satu atensi Bapak Presiden mengenai percepatan penanganan tuberkolosis (TB),” paparnya.
Menurut Budi, TB menjadi ancaman masyarakat. Sebab, ada 134.000 orang meninggal karena penyakit itu.
Bagi Tugas
Mendagri Tito Karnavian menyambut baik penambahan wamendagri. Saat ini, Kemendagri punya tiga wamen.
”Jadi saya tinggal bagi tugas saja. Tiga wamen ada yang koordinator bagian barat, tengah, dan timur,” terangnya.
Tiga wamendagri itu, kata Tito, akan keliling di wilayah tugasnya. Mereka harus bisa memotret kondisi di daerah. Misal, soal kemiskinan dan penyebabnya.
”Saya tidak mungkin sempat kalau sendirian,” ucapnya.
Menurut Tito, dengan adanya tiga wamendagri itu akan meringankan tugasnya dan dapat melakukan evaluasi secara mendetail. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO