Buka konten ini

BATAM (BP) – Kawasan Marina City, Tanjungriau, Sekupang, menjadi sorotan warga karena belum tersedianya halte bus yang memadai di sepanjang jalan utama. Halte dianggap sangat penting, tidak hanya untuk naik-turun penumpang Trans Batam, tetapi juga sebagai tempat berteduh masyarakat dan pelajar saat hujan turun.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, terutama siswa SMPN 47 Marina dan orang tua yang menjemput anak-anaknya. Saat hujan, banyak siswa terpaksa kehujanan karena menunggu jemputan tanpa tempat berteduh. Begitu juga orang tua yang menunggu anak-anak harus menepi di pinggir jalan tanpa perlindungan.
“Kalau hujan, anak-anak banyak yang berteduh di bawah atap warung atau di pinggir pagar sekolah. Kadang malah kehujanan semua. Harusnya ada halte supaya bisa berteduh dengan aman,” ujar Imran, warga Marina sekaligus pengguna jalan, Selasa (7/10).
Hal serupa disampaikan Sujud, salah satu orang tua siswa SMPN 47 Marina. Ia menekankan bahwa keberadaan halte bukan hanya memudahkan pengguna Trans Batam, tetapi juga menjaga keselamatan pelajar dari potensi kecelakaan di jalan raya yang padat.
“Sekolah ini kan di pinggir jalan besar. Banyak motor dan mobil lalu-lalang. Kalau anak-anak berdesakan di trotoar sempit, sangat berbahaya,” katanya.
Selain minim halte, kondisi di depan SMPN 47 Marina juga rawan karena trotoar dipadati pedagang kaki lima. Para penjemput kendaraan pribadi terpaksa berjejer di pinggir jalan menunggu anak keluar sekolah. Situasi ini memicu kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan di jam sibuk.
Warga berharap Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan segera meninjau ulang titik strategis di Marina City untuk penambahan halte. Penambahan ini penting mengingat kawasan tersebut kini ramai aktivitas warga, termasuk pelajar dan pekerja yang menggunakan transportasi umum setiap hari.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan setiap tahun pihaknya menambah sekitar sepuluh unit halte di berbagai wilayah Batam, termasuk Batuaji, Sagulung, dan Marina.
“Tapi titik pastinya saya belum lihat lagi. Kita upayakan dulu di lokasi yang paling membutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Leo menegaskan bahwa usulan masyarakat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan halte tahun depan.
“Kami terbuka menerima masukan. Prinsipnya, kita ingin semua kawasan di Batam memiliki akses transportasi publik yang aman dan nyaman, terutama bagi pelajar dan pengguna jalan,” tegasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : Ratna Irtatik