Buka konten ini

BATAM (BP) – Ultra Processed Food (UPF) adalah jenis makanan yang telah melalui berbagai tahap pengolahan industri dan biasanya mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, perasa buatan serta bahan kimia lainnya.
Makanan ini umumnya dibuat dari bahan dasar hasil olahan, bukan dari bahan alami utuh. Contohnya termasuk makanan siap saji seperti sosis, nugget, mi instan, snack kemasan, minuman bersoda dan roti manis dalam kemasan.
UPF memiliki beberapa ciri khas yang berbeda dari makanan pada umumnya. Penting untuk mengetahui cirinya agar dapat dihindari. Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa ciri dari UPF yang dapat mudah dikenali.
Ciri pertama yaitu memiliki daftar komposisi bahan yang panjang, coba kamu perhatikan label pada kemasannya. Jika daftar bahannya sangat panjang dan berisi banyak zat tambahan yang asing atau sulit disebutkan, besar kemungkinan produk itu termasuk dalam kategori makanan ultra-proses.
Tanda berikutnya adalah mengandung bahan tambahan yang tidak sehat dan rendah nutrisi. UPF memiliki kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi, sehingga tidak baik bagi kesehatan. Disebabkan proses pengolahannya yang panjang, nutrisi pada bahan utama yang digunakan seperti daging, akan hilang atau tersisa hanya sedikit.
Selain itu, UPF biasanya juga menggunakan pengawet pada proses pembuatannya. Hal ini bisa menjadi ciri yang mudah dikenali, karena sebagian besar produk UPF berjenis frozen food atau makanan yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
Dampak jika Mengonsumsi UPF Terlalu Sering
Jika dikonsumsi sesekali dalam porsi kecil, makanan ultra-proses umumnya masih aman bagi kesehatan. Dikutip dari Alodokter, mengonsumsi UPF terlalu sering atau dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti berikut.
1. Menjadi Faktor Penyebab Obesitas
UPF umumnya mengandung kadar lemak tidak sehat yang tinggi, seperti lemak jenuh dan lemak trans. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga obesitas.
Selain itu, tingginya kadar gula di dalamnya juga dapat memperparah penambahan berat badan. Asupan gula berlebih dapat mengganggu kerja hormon leptin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur rasa kenyang. Akibatnya, nafsu makan menjadi sulit dikendalikan dan berat badan cenderung terus meningkat.
2. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Sering mengonsumsi UPF dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sejak usia muda. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan garam dalam makanan UPF, yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan mengakibatkan pengerasan pembuluh darah.
Selain itu, kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang terdapat dalam UPF juga dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Penumpukan kolesterol ini berpotensi menyumbat pembuluh darah dan pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.
3. Memicu Terjadinya Kanker
Mengonsumsi UPF secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Hal ini karena berbagai zat yang terkandung di dalamnya dapat merusak sel-sel sehat dalam tubuh, dan kerusakan yang berlangsung terus-menerus seiring waktu bisa memicu perkembangan sel kanker.
4. Menyebabkan Diabetes Tipe 2
Konsumsi UPF berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena asupan gula dan lemak jahat dapat menyebabkan sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat dan risiko terkena diabetes tipe 2 pun semakin besar.
5. Berisiko Menyebabkan Depresi
Terlalu sering mengonsumsi UPF juga dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi. Hal ini disebabkan oleh berbagai zat yang terkandung di dalamnya yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memengaruhi fungsi otak dan berdampak negatif pada kestabilan emosi, sehingga berpotensi meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK