Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapal pengangkut ikan KM Selat Meranti tenggelam di Perairan Pempang, Kecamatan Siantan Timur, Selasa (7/10) dini hari. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Tarempa, Anambas menuju Pontianak, Kalimantan Barat, membawa hasil produksi perikanan.
Menurut laporan, kapal sempat menunjukkan tanda-tanda gangguan mesin saat melintas di sekitar Perairan Mentalak. Namun, awak kapal tidak menyangka gangguan itu akan berujung pada musibah besar.
“Sekitar pukul tiga atau empat subuh, kapal tiba-tiba miring ke kanan dan air laut mulai masuk ke ruang kapal,” kata Nakhoda KM Selat Meranti, Shobirin (31), saat ditemui di RSUD Tarempa, Selasa (7/10) siang.
Begitu air masuk, Shobirin bersama empat anak buah kapal (ABK) berupaya keras mengeluarkan air dengan alat seadanya. Namun usaha itu sia-sia. Debit air yang masuk semakin banyak dan kapal makin miring.
“Sudah kami coba buang airnya, tapi tidak berhasil. Akhirnya saya putuskan semua ABK pakai pelampung dan terjun ke laut sambil berpegangan di fiber ikan,” ujar Shobirin.
Sementara ABK telah melompat ke laut, Shobirin memilih tetap di atas dek kapal.
Dalam situasi genting, ia berjuang mencari sinyal telepon agar bisa menghubungi agen kapal dan meminta pertolongan.
“Saya masih di atas kapal, coba cari sinyal. Di sana memang susah, tapi Alhamdulillah masih dapat satu balok. Langsung saya kabari agen kapal,” katanya.
Selama hampir empat jam, Shobirin dan para ABK terombang-ambing di laut dalam kegelapan malam. Ombak cukup tinggi, sementara arus laut terus membawa mereka menjauh dari lokasi kapal tenggelam.
Hingga akhirnya, tim Basarnas tiba di lokasi setelah menerima laporan dari agen kapal.
“Alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa. Kami langsung dievakuasi ke Tarempa,” ucap Shobirin lega.
Kapal yang tenggelam masih berada di dasar laut perairan Pempang. Sejumlah nelayan Siantan Timur ikut membantu tim SAR memastikan posisi kapal sebelum dilakukan upaya penarikan.
Menurut Shobirin, sebelum berangkat kondisi kapal dinilai layak berlayar. Muatan juga tidak melebihi kapasitas dan seluruh dokumen pelayaran dinyatakan lengkap.
“Surat jalan dari Syahbandar sudah ada. Semua sesuai aturan dan tidak ada tanda-tanda kapal akan bermasalah,” ujarnya.
Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, sebagian besar berasal dari ikan segar berkualitas super yang hendak dikirim ke Pontianak.
“Kami ini cuma pekerja kapal, hanya dibayar upah antar. Kalau ikannya punya para toke di Tarempa, mereka yang paling rugi,” kata Shobirin.
Hingga Selasa sore, tim SAR bersama nelayan masih berupaya mengevakuasi KM Selat Meranti ke lokasi yang lebih aman. Dugaan sementara, kapal kehilangan keseimbangan akibat ombak besar yang menghantam lambung kanan kapal saat melintas di perairan Pempang. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : FISKA JUANDA