Buka konten ini

BENGKONG (BP) – Truk-truk pengangkut tanah kini melenggang bebas di berbagai ruas jalan Kota Batam. Tanpa pengawasan ketat, kendaraan bertonase besar itu kerap menimbulkan debu, genangan lumpur, hingga kecelakaan lalu lintas. Ironisnya, aparat terkait seolah tutup mata terhadap pelanggaran yang terus terjadi.
“Truk angkutan tanah ini sudah berkuasa di jalan. Tidak ada yang mau menertibkan dan menindaknya,” keluh Teguh, warga Bengkong Sadai, Selasa (7/10).
Ia mengatakan, aktivitas truk tanah di kawasan Ocarina hingga Bengkong Sadai sudah sangat meresahkan. Lumpur dari tumpahan tanah membuat jalanan licin, terutama saat hujan, dan menyebabkan pengendara motor terjatuh.
“Hari ini saja banyak yang jatuh karena jalan berlumpur. Bahaya sekali,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Febri, warga Bengkong Sarmen. Ia mengaku sering berpapasan dengan truk-truk tanah yang melaju kencang tanpa menutup muatannya dengan terpal.
“Setiap pulang kerja lewat Ocarina, truk-truk itu ngebut. Tanah dan debunya beterbangan, bikin jalan berdebu dan kotor,” katanya.
Menurutnya, kecepatan tinggi dan muatan terbuka jelas membahayakan pengendara lain. “Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, bahkan ada yang meninggal. Tapi tetap saja dibiarkan. Kalau begini terus, korban akan makin banyak,” ujarnya geram.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait aktivitas truk tanah di kawasan Ocarina.
“Sudah saya turunkan ke kabid,” ujarnya singkat. Sementara itu, Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo belum memberikan tanggapan atas keluhan warga terkait banyaknya pengendara motor yang terjatuh akibat jalan licin. Namun, sebelumnya ia menyebut pihaknya berkomitmen meningkatkan patroli di jalur yang dilalui truk tanah.
“Jika ditemukan pelanggaran, akan kami lakukan peneguran. Penegakan hukum juga diterapkan melalui ETLE mobil untuk pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” kata Afiditya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK