Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kematian seorang pekerja bernama Reza Ramadhan, 26, warga Batuaji, di gudang PT Caterpillar Indonesia kawasan Tanjunguncang, menyisakan tanda tanya besar. Insiden yang terjadi pada Kamis (2/10) sore itu baru dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian pada malam harinya. Keterlambatan laporan tersebut kini menjadi sorotan di kalangan pekerja.
Sumber di lapangan menyebutkan, Reza ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka lecet di bagian pelipis. Ia sempat mendapat pertolongan medis awal, namun nyawanya tak terselamatkan. Korban kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Batuaji dan dinyatakan meninggal dunia. Informasi awal menyebutkan, korban diduga terjatuh saat bekerja di area gudang.
Namun, laporan yang baru masuk beberapa jam setelah kejadian menimbulkan dugaan adanya upaya menutupi fakta di lapangan.
“Kejadian sore, tapi laporan baru dibuat malam. Ini yang jadi pertanyaan kami di lapangan,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Jenazah Reza kemudian langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Bangka Belitung pada Jumat (3/10) siang, atau sehari setelah insiden. Kecepatan pemulangan jenazah ini juga memunculkan kecurigaan baru di kalangan pekerja, yang menilai kasus ini seharusnya ditangani lebih terbuka sebelum proses pemulangan dilakukan.
Ketua KC FSPMI Batam, Yapet Ramon, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kuat dugaan korban mengalami kecelakaan kerja (lakakerja) di area gudang.
“Korban ditemukan sudah tidak sadarkan diri, ada luka lecet di pelipis. Kami menduga ini kecelakaan kerja, tapi tentu perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (7/10).
Yapet menekankan pentingnya penerapan mitigasi risiko kecelakaan kerja di setiap lokasi industri. Ia menilai, pemenuhan standar keselamatan kerja harus menjadi prioritas untuk mencegah insiden serupa terulang. “Pencegahan harus dimulai sejak perencanaan kerja.
Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegasnya.
Serikat pekerja juga mendesak Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri dan pihak kepolisian untuk turun langsung ke lokasi kejadian.
“Kami minta pengawas provinsi dan kepolisian bekerja sama mengungkap dugaan ini. Pemeriksaan harus dilakukan di tempat korban ditemukan,” kata Yapet.
Sementara itu, Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. “Kami masih menyelidiki apakah ini murni kecelakaan kerja atau meninggal karena sakit. Kami baru mendapat laporan setelah jenazah dikembalikan ke pihak keluarga,” ujarnya.
Bimo memastikan penyelidikan akan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Penyelidikan tetap berjalan. Kami ingin memastikan kejadian ini terang benderang,” pungkasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK