Buka konten ini

MENJADI andalan di lini depan timnas Indonesia pada era 90-an, Widodo Cahyono Putro kerap bermain melawan tim-tim kawasan Timur Tengah. Bahkan, gol saltonya ke gawang Kuwait di ajang Piala Asia 1996 terpilih sebagai gol terbaik dalam sejarah Piala Asia.
Widodo tentu sudah hafal bagaimana karakter bermain tim-tim kawasan Arab. Pria 54 tahun itu mewanti-wanti kepada skuad Garuda yang akan melakoni pertandingan penentuan di putaran keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup B melawan tuan rumah Arab Saudi dini hari nanti dan berikutnya menghadapi Iraq (12/10).
“Pertama, para pemain tidak boleh terpancing, ya. Karena kita tahu sendiri, pemain negara Timur Tengah suka memancing emosi,” kata pria yang kini menjadi pelatih Deltras FC itu. Menurutnya, jika tidak pintar mengendalikan diri, hal tersebut akan berpengaruh terhadap performa pemain.
Terkhusus kepada barisan penyerang, mantan asisten pelatih timnas Indonesia era Alfred Riedl itu berpesan agar mereka bisa melepaskan diri dari penjagaan ketat bek-bek lawan. “Harus bisa mencari celah dan menjaga jarak. Karena jika tidak, maka pemain depan timnas kita akan kesulitan. Apalagi secara postur pemain-pemain dari kawasan Arab tinggi besar,” bebernya.
Mantan pelatih Bali United, Arema FC, Sriwijaya FC, dan Bhayangkara FC itu juga menyatakan, hendaknya sehari atau malam sebelum pertandingan, para penyerang membayangkan momen terbaiknya. “Itu agar apa yang dibayangkan sebelumnya bisa kejadian di lapangan. Semacam sugesti,” ungkap Widodo.
Dengan kekuatan yang dimiliki saat ini Widodo optimistis Rizky Ridho dkk bisa meraih hasil positif di putaran keempat kualifkasi. “Yang terpenting semua pemain harus yakin kalau timnas bisa menang,” tegasnya. Wawancara dengan Widodo Cahyono Putro selengkapnya bisa disimak di YouTube: Jawa Pos News. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO