Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film aksi misteri berjudul Badik sebuah senjata tradisional khas Bugis-Makassar. Film ini memadukan unsur drama, laga, dan mistik dalam satu kisah yang penuh ketegangan. Mengangkat tema budaya dan pengkhianatan, Badik menghadirkan cerita yang sarat makna serta emosi yang kuat di setiap adegannya.
Film ini merupakan produksi Indora Global Film dan Pandawa Lima Kreatif. Kursi sutradara diisi oleh Dicky R. Maland, dan diproduseri oleh Ira Kusmira, Ical Labarani, dan Abd. Gaffar. Sementara itu, penulisan naskah dikerjakan oleh Fajar Umbara dan Syawal Sihombing, dua penulis yang dikenal andal dalam meramu kisah aksi yang tidak hanya seru, tapi juga menyentuh sisi emosional.
Film ini berlatar budaya Sulawesi Selatan dan mengisahkan perjuangan seorang kakak bernama Badik yang berusaha mengungkap kematian adiknya di kota.
Film Badik dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris ternama, di antaranya Prisia Nasution, Donny Alamsyah, Mike Lucock, dan Wahyudi Beksi sebagai pemeran utama. Tak hanya itu, film ini juga menampilkan Aulia Yayan, Aulia Qalbi, Putri Aminda, Anggun Rustiar, Fandy Fight, dan Devries Brigel yang menambah kekuatan dalam jajaran pemainnya.
Dilansir dari Cinema 21, kisah Badik berawal dari sebuah tragedi yang terjadi di kampus ternama. Film ini mengisahkan dua kakak beradik yang menempuh jalan hidup berbeda.
Setelah sang adik meninggal dunia akibat tragedi ospek di kota, Badik memutuskan meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kebenaran di balik peristiwa tersebut.
Dalam pencariannya, Badik bertemu dengan Nur, seorang mahasiswa yang kemudian menjadi rekannya dalam mengungkap skandal besar di balik kematian sang adik.
Perjalanan mereka perlahan membuka tabir rahasia kelam yang selama ini tersembunyi. Dari sinilah kisah perjuangan hidup sang tokoh utama, Badik (diperankan oleh Wahyudi Beksi), dimulai.
Badik digambarkan sebagai pemuda yang menjunjung tinggi nilai budaya dan warisan leluhur. Namun kehidupannya berubah ketika ia terlibat dalam misteri berdarah yang tidak pernah ia bayangkan. Dikhianati oleh orang terdekat dan diburu oleh kekuatan yang tidak terlihat yang menuntut darah dan menguji batas persahabatan, keberanian, serta nyawanya sendiri.
Film ini tidak sekadar menonjolkan badik sebagai senjata tradisional khas masyarakat Bugis-Makassar, tetapi juga menggambarkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY