Buka konten ini

KESATUAN Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) terus menggaungkan kampanye keselamatan berlayar. Kali ini, sebanyak 107 kartu e-pas kecil dan 230 jaket pelampung diserahkan kepada nelayan di Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (7/10).
Direktur KPLP, Capt Hendri Ginting, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menumbuhkan budaya keselamatan di kalangan nelayan. Ia menegaskan, perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung adalah hal wajib yang harus tersedia di setiap kapal atau pompong.
“Kita ingin menekankan pentingnya budaya keselamatan dengan memastikan peralatan keselamatan di laut, seperti jaket pelampung, selalu digunakan,” ujar Hendri.
Ia berpesan agar bantuan jaket pelampung yang diterima benar-benar dimanfaatkan, bukan dijual atau disimpan tanpa digunakan. “Life jacket yang diberikan jangan sampai dijual,” pesannya.
Selain itu, Hendri menjelaskan bahwa kartu e-pas kecil merupakan tanda pengenal resmi bagi nelayan untuk mendapatkan solar subsidi dari pemerintah. Dengan kartu ini, distribusi bahan bakar bersubsidi diharapkan lebih tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.
“Tujuannya agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan memudahkan nelayan mengakses solar subsidi,” jelasnya.
Salah satu nelayan Desa Pangkil, Riffana, 45, mengaku terbantu dengan adanya kartu e-pas kecil tersebut. Ia menyebut, kartu ini membuat pompong mereka kini tercatat secara resmi dan lebih mudah memperoleh solar bersubsidi. “Jadi memudahkan kami untuk mendapatkan solar subsidi,” katanya.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, yang turut hadir dalam kegiatan itu, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di laut. Ia mengingatkan bahwa musibah bisa datang kapan saja, sehingga perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung tidak boleh diabaikan.
“Musibah tidak bisa diprediksi. Setidaknya bawa life jacket, jika terjadi sesuatu di laut, ada alat keselamatan di dekat kita,” ujar Roby.
Melalui kampanye keselamatan ini, Pemkab Bintan berharap kesadaran masyarakat untuk melengkapi peralatan keselamatan sebelum melaut semakin meningkat, demi menjaga keselamatan jiwa nelayan di perairan Bintan. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO