Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Warga di kawasan Tanjung Sengkuang, Batumerah dan sekitarnya di Kecamatan Batuampar, masih mengalami gangguan pasokan air bersih. Sejumlah titik bahkan tidak mendapat aliran air sama sekali dalam beberapa hari terakhir.
Siti, warga RT 004/RW 008, Sengkuang Dalam, mengatakan, pasokan air di tempatnya hanya mengalir di atas tengah malam atau dini hari.
”Sudah hampir dua bulan ini saya begadang nunggu air. Untungnya, habis isyak saya tidur dulu, jadi jam (pukul) 24.00 sampai pukul 3.00 saya bangun nampung air dan nyuci baju, soalnya pas subuh (aliran air) sudah mati lagi,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, kondisi itu masih lebih bagus dibanding tetangganya yang lain yang rumahnya lebih jauh masuk ke dalam dari jalan raya. Pasalnya, sebagian tetangganya itu bahkan tak kebagian aliran air sama sekali karena pasokan benar-benar berhenti.
”Jadi mereka hanya mengandalkan kiriman air dari truk tangki. Tapi kadang kalau kiriman air ada masalah, itu susah sekali mau aktivitas (karena tak ada air sama sekali),” terangnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Kami sudah memasang toren (tandon air) dan jaringan di beberapa RT dan RW di Sengkuang, meskipun masih dalam tahap rekayasa aliran airnya,” ujarnya, Minggu (5/10).
Sebagai solusi sementara, BP Batam menyalurkan air menggunakan toren berkapasitas 20 ribu liter yang ditempatkan di sejumlah titik, serta mengirim truk tangki air ke kawasan terdampak.
“Ada daerah yang jaringan torennya sudah mengalir, tapi sebagian masih dalam proses rekayasa jaringan. Diperkirakan butuh waktu tiga sampai empat hari lagi,” kata Tuty.
Ia menjelaskan, kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang termasuk dalam stress area, yakni wilayah terjauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum mendapatkan aliran air selama 24 jam penuh. Karena itu, BP Batam menempatkan persoalan ini sebagai prioritas utama untuk diselesaikan pada tahun mendatang.
“Untuk jangka panjang, penyelesaiannya sudah kami masukkan dalam rencana tahun depan. Di antaranya melalui pembangunan IPA Sei Ladi, penambahan pompa air di tangki Bukit Senyum, dan perluasan jaringan di wilayah Sukajadi,” jelasnya.
Pekerjaan tersebut akan menggunakan anggaran tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Dengan selesainya proyek itu, BP Batam berharap distribusi air bersih di kawasan Sengkuang dan Batu Merah dapat mengalir lebih stabil dan merata. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK