Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Penertiban papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung terus dilakukan. Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam bersama instansi terkait kini fokus membersihkan baliho dan papan reklame yang berdiri di sepanjang jalan utama kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan, Minggu (5/10), sudah banyak papan reklame yang berhasil dibongkar. Penertiban dimulai dari arah Marina menuju Simpang Basecamp, lalu berlanjut ke sepanjang Jalan R. Suprapto, Batuaji. Papan reklame berukuran besar diturunkan menggunakan mobil crane, sementara materialnya dipindahkan ke lahan kosong agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Anwar, salah satu pengguna jalan, menilai penertiban sudah sangat tepat.
“Banyak reklame yang sudah kropos dan miring. Kalau dibiarkan bisa membahayakan orang lewat, apalagi saat hujan dan angin kencang. Kami mendukung penertiban ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Kawasan Batuaji dan Sagulung memang lama menjadi sorotan karena banyak papan reklame yang tidak lagi layak berdiri. Selain tiangnya berkarat dan lapuk, sebagian besar sudah tidak memajang materi promosi dan hanya menyisakan rangka besi yang membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya di tepi jalan raya, reklame juga menjamur di fasilitas umum seperti jembatan penyeberangan orang (JPO). Mirna, warga Batuaji, berharap penertiban juga dilakukan di area tersebut.
“Kalau bisa, reklame di jembatan juga dibersihkan. Banyak yang menutupi pandangan dan merusak pemandangan. Sekalian ditata biar lebih rapi,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menjelaskan bahwa penertiban di Batuaji dan Sagulung merupakan lanjutan dari kegiatan serupa di Batam Center, Lubuk Baja, dan Sekupang. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kota untuk menata kembali wajah Batam dan memastikan keselamatan warga.
“Setelah wilayah pusat kota, kini giliran kawasan padat seperti Batuaji dan Sagulung. Ini bagian dari agenda besar penataan reklame agar tertib, aman, dan sesuai aturan,” katanya.
Imam menambahkan, seluruh proses pembongkaran dilakukan dengan prosedur keamanan yang ketat untuk menghindari insiden di lapangan. Warga berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan untuk menata kawasan jadi lebih estetik. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK