Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Ini 4 Dampak Serius Pola Tidur Buruk pada Kesehatan dan Produktivitas

JAKARTA (BP) – Tidur sering kali dianggap sebagai aktivitas pasif, sekadar ”memejamkan mata” untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Padahal, saat kita tidur, tubuh justru sedang melakukan proses penting: memperbaiki jaringan, mengatur hormon, menyegarkan pikiran, hingga memperkuat sistem kekebalan. Dengan kata lain, tidur adalah salah satu pilar utama kesehatan, sejajar dengan pola makan bergizi dan olahraga teratur.

Sayangnya, dalam kehidupan modern yang serba cepat, tidur justru menjadi hal pertama yang sering ”dikorbankan”. Lembur pekerjaan, kecanduan gadget sebelum tidur, hingga gaya hidup malam hari membuat banyak orang kesulitan menjaga pola tidur yang konsisten. Akibatnya, tanpa disadari, jam tidur yang terpotong dan kualitas tidur yang buruk menumpuk menjadi masalah kesehatan jangka panjang.

American Academy of Sleep Medicine menegaskan bahwa tidur adalah kebutuhan biologis mendasar. Gangguan tidur yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan risiko penyakit kronis, bahkan membahayakan keselamatan publik karena menurunnya kewaspadaan.

Jika kamu merasa sering mengantuk di siang hari, sulit fokus, atau tubuh lebih mudah sakit, bisa jadi itu tanda bahwa pola tidurmu sedang bermasalah. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak pada hampir semua aspek kesehatan, mulai dari fisik, mental, hingga produktivitas sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa dampak serius yang ditimbulkan dari pola tidur yang buruk.
Dampak Buruk Pola Tidur yang Tidak Teratur

1. Risiko Penyakit Fisik & Metabolik
Tidur yang tidak cukup atau tidak berkualitas meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam ScienceDirect.com menyebutkan bahwa kurang tidur kronis berhubungan erat dengan hipertensi, obesitas, diabetes tipe 2, hingga masalah kardiovaskular lainnya.

Buku ulasan di NCBI juga menambahkan bahwa kurang tidur menyebabkan perubahan hormonal, peningkatan kadar kortisol, serta resistensi insulin, yang semuanya mempercepat kerusakan sistem metabolisme tubuh.

2. Gangguan Fungsi Kognitif dan Mental
Selain fisik, otak juga sangat terpengaruh. Tidur yang buruk menurunkan daya ingat, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, hingga memperburuk suasana hati. Tidur sehat sebagai salah satu faktor paling penting untuk fungsi kognitif dan kesehatan mental yang stabil. Jika dibiarkan terus-menerus, pola tidur buruk dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, bahkan memperparah gangguan neurologis tertentu.

3. Penurunan Imunitas Tubuh
Tidur adalah waktu penting bagi sistem kekebalan untuk ”reset” dan memperkuat diri. Ketika tidur terganggu, tubuh jadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Menurut Sleep Foundation, tidur yang cukup membantu tubuh menghasilkan sitokin pelindung serta antibodi yang melawan virus dan bakteri. Sebaliknya, tidur yang buruk membuat sistem imun lemah dan memperpanjang waktu pemulihan saat sakit.

Memperbaiki pola tidur sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana yang mudah diterapkan dalam keseharian. Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : ALFIAN LUMBAN GAOL