Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Jaga Gizi Anak Negeri

Ratusan Penjamah Makanan Dibekali Ilmu Keamanan Pangan

BATAM (BP) – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkahnya dengan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan kepada ratusan peserta dari wilayah I Kepulauan Riau, Sabtu (4/10).

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Mercure Batam Center ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para penyedia makanan agar
distribusi gizi anak berjalan aman, higienis, dan berkualitas.

Direktur Pelaksana MBG Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, mengatakan para peserta merupakan penjamah makanan dari berbagai Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana langsung program MBG. Sebagian besar di antaranya direkrut tanpa latar belakang keahlian khusus di bidang pengolahan pangan.

“Dengan adanya Bimtek ini, mereka dibekali pengetahuan dasar yang bisa langsung diaplikasikan di lapangan. Tujuannya agar proses pengolahan dan penyajian makanan bagi anak-anak sesuai standar keamanan pangan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, pelatihan serupa juga digelar serentak di sejumlah wilayah lain seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat sesuai zona pelaksanaan program.
“Ini bagian dari upaya nasional memastikan keseragaman standar teknis di seluruh wilayah,” katanya.

Menurut Wahyu, peningkatan kapasitas penjamah makanan menjadi krusial di tengah maraknya kasus keracunan makanan di beberapa daerah.
“Kami ingin memastikan pelaksana MBG benar-benar memahami prinsip kebersihan, penyimpanan, dan distribusi makanan. Dengan begitu, kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar soal pemberian maka­nan gratis, melainkan juga pemberdayaan masyarakat.
“Selain meningkatkan gizi anak, program ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar SPPG. Jadi, manfaatnya berlapis,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir membuka kegiatan menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam menjalankan program nasional tersebut. Ia mengingatkan agar setiap penyedia makanan bekerja dengan sepenuh hati, karena yang mereka lakukan menyangkut masa depan bangsa.

“Kita menyiapkan generasi emas menuju 2045. Jadi, yang diberikan bukan hanya makanan bergizi, tapi juga masa depan anak-anak kita,” ucap Amsakar di hadapan peserta.
Ia juga berpesan agar persoalan kecil tidak menodai upaya besar pemerintah.
“Satu dua kasus jangan sampai mencoreng seluruh kerja keras. Karena itu, semua harus berbenah, menjaga mutu, dan meningkatkan pelayanan,” tegasnya.

Amsakar mengingatkan agar pelaku SPPG tidak semata berorientasi pada keuntungan.
“Tidak apa-apa untung sedikit, asalkan manfaatnya besar. Ini bukan bisnis biasa, tapi ladang amal. Apa yang dilakukan hari ini bernilai ibadah,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia menegaskan para peserta Bimtek adalah bagian penting dari keberhasilan MBG. Mereka disebutnya sebagai “pahlawan gizi” yang bekerja di garis depan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan sehat setiap hari.

Kegiatan Bimtek ini menjadi bentuk komitmen bersama antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan penjamah makanan untuk terus memperbaiki mutu serta standar pelayanan MBG di Kepri.
Harapannya, program yang diinisiasi Presiden RI ini tidak hanya diakui dunia, tapi juga memberi manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim