Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Setelah menjalani perawatan tahunan atau docking, kapal penumpang KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni akhirnya kembali melayani pelayaran reguler dari Batam. Kapal legendaris ini dijadwalkan beroperasi perdana mulai Senin, 6 Oktober 2025 nanti.
Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan bahwa docking tahunan wajib dilakukan untuk memastikan seluruh sistem kapal berfungsi baik dan memenuhi standar keselamatan.
“KM Kelud telah selesai docking. Kondisi kapal dipastikan aman beroperasi kembali. Jadwal perdana sudah resmi kami keluarkan, dan masyarakat bisa segera melakukan pemesanan tiket,” ujarnya, Jumat (3/10).
Berdasarkan jadwal, KM Kelud akan tiba di Batam pada 6 Oktober pukul 06.00 WIB, lalu berangkat pukul 11.00 WIB menuju Tanjung Balai Karimun dan Belawan. Selanjutnya, pada Rabu, 8 Oktober, kapal kembali sandar di Batam pukul 19.00 WIB dan bertolak pukul 23.00 WIB menuju Tanjung Priok, Jakarta.
“Ini perjalanan perdana pasca docking. Kami berharap masyarakat yang sudah lama menunggu, terutama penumpang reguler tujuan Belawan dan Tanjung Priok, bisa segera memanfaatkan layanan ini,” jelas Edwin.
Ia menambahkan, tiket sudah dapat dipesan langsung di loket resmi Pelni, melalui aplikasi Pelni Mobile, website pelni.co.id, maupun agen resmi.
“Kami sarankan pembelian dilakukan lebih awal karena rute Batam–Belawan dan Batam–Jakarta biasanya cepat penuh menjelang keberangkatan,” ujarnya.
KM Kelud dikenal sebagai kapal besar yang mampu mengangkut ribuan penumpang sekali berlayar.
Kapal ini menyediakan berbagai kelas layanan, mulai dari ekonomi, kelas 3, kelas 2, hingga kelas 1. Fasilitas umum seperti ruang makan, mushala, kafetaria, hingga ruang hiburan juga tersedia.
“KM Kelud bukan hanya moda transportasi, tapi sudah seperti rumah berjalan bagi masyarakat yang bepergian antarpulau,” tambah Edwin.
Bagi warga Batam dan sekitarnya, KM Kelud selalu menjadi pilihan utama untuk perjalanan ke Sumatera Utara maupun Jakarta. Rute Batam–Belawan–Tanjung Priok dinilai efisien, terutama bagi mereka yang membawa barang dalam jumlah besar.
“Syukur jadwalnya sudah keluar. Hampir sebulan kami tunda ke Belawan karena kapal docking,” kata Robert, warga Batuaji.
Dengan kembalinya KM Kelud beroperasi, kebutuhan transportasi laut masyarakat Batam kembali terpenuhi, sekaligus memperkuat konektivitas Batam dengan Sumatera dan Jawa. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK