Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Nyanyang Soroti Minimnya Penerbangan ke Natuna-Anambas

Nyanyang Haris Pratamura. F. IHSAN IMADUDDIN/BATAM POS

ANAMBAS (BP) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menyoroti minimnya layanan penerbangan yang menghubungkan Natuna dan Anambas. Menurutnya, akses udara menjadi kebutuhan mendesak agar mobilitas masya­rakat di wilayah perbatasan lebih efisien.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan transportasi laut, karena waktu tempuhnya lama. Udara adalah solusi agar mobilitas masyarakat lebih cepat dan efektif,” ujar Nyanyang kepada Batam Pos, Rabu (2/9).

Ia menegaskan, letak geografis Natuna-Anambas yang berada jauh di perbatasan negara semestinya ditopang oleh jaringan penerbangan yang memadai.
Meski begitu, Nyanyang tetap mengapresiasi maskapai yang sudah membuka rute ke daerah tersebut. Kehadiran Sriwijaya, Susi Air, dan Wings Air dinilainya memberi harapan baru.

“Kami berterima kasih kepada maskapai yang sudah hadir. Namun, kita berharap jadwalnya lebih konsisten dan tidak sering terjadi pembatalan,” katanya.
Nyanyang menambahkan, kendala utama saat ini adalah jadwal penerbangan yang terbatas dan tidak tersedia setiap hari. Kondisi itu menyulitkan masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan perjalanan mendesak.

Lebih jauh, ia mendorong maskapai untuk membuka rute langsung dari Jakarta menuju Natuna-Anambas.
“Kami siap membantu maskapai yang ingin membuka jalur dari Jakarta. Kalau ini terwujud, tentu sangat bagus, terutama untuk pariwisata,” ucapnya.

Menurutnya, jalur langsung Jakarta–Natuna-Anambas akan memberikan dampak signifikan. Wisatawan tidak perlu transit berkali-kali, sehingga akses menuju destinasi bisa lebih mudah dan cepat.

“Kalau penerbangan ramai, wisatawan datang, otomatis perekonomian masyarakat bergerak. Mulai dari kuliner, restoran, hingga perhotelan. Dampaknya juga bisa menambah PAD kabupaten maupun kota,” jelas Nyanyang.

Selain pariwisata, akses udara yang lancar juga dinilai penting untuk urusan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.
“Bayangkan kalau ada pasien yang harus segera dirujuk ke Batam atau Jakarta. Kalau penerbangan tidak tersedia, ini sangat berisiko bagi nyawa,” tambahnya.
Nyanyang pun mengajak pemerintah pusat maupun swasta untuk bersama-sama memperjuangkan akses transportasi udara yang lebih layak di Natuna-Anambas.

“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi kebutuhan dasar masyarakat perbatasan. Negara harus hadir untuk memastikan akses transportasi mereka terpenuhi,” tegasnya. (*)

Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO