Buka konten ini

BATAM (BP) – Dari setiap rupiah yang masuk ke kas daerah, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, manfaatnya harus kembali dirasakan masyarakat. Ia memastikan, sebagian besar porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dikembalikan untuk kepentingan publik.
“Porsi sebagian besar PAD ini langsung dikembalikan ke rakyat, untuk kepentingan rakyat, untuk kemaslahatan rakyat. Uang yang bersumber dari rakyat harus dikembangkan ke rakyat,” kata Amsakar, Selasa (20/9).
Ia menekankan, alokasi belanja terbesar diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, penguatan usaha mikro kecil, serta pengelolaan sampah. Pajak dan retribusi yang dihimpun, kata dia, dipakai untuk memperbaiki sarana dan prasarana kota.
“Prinsipnya sederhana, uang ini uang rakyat, sumbernya dari rakyat, dan kita kembalikan porsi sebagian besarnya untuk rakyat,” ujarnya.
Selain layanan publik,
pemerintah juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan. Para pengemudi ojek online, nelayan boat pancung, hingga buruh harian menjadi sasaran perlindungan sosial.
“Kita juga memberikan kebijakan untuk pekerja rentan, seperti driver ojek online dan boat pancung,” tuturnya.
Amsakar menambahkan, kelompok lanjut usia tidak luput dari perhatian. Pemerintah menyiapkan program bantuan agar para lansia tetap dapat hidup dengan martabat di tengah dinamika pembangunan kota.
Menurutnya, kebijakan fiskal yang berpihak pada masyarakat adalah kunci menjaga daya tahan sosial-ekonomi Batam.
“Kita ingin rakyat benar-benar merasakan manfaat apa yang mereka kontribusikan kepada daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pembangunan kota tidak bisa berjalan tanpa partisipasi aktif warga. Pemerintah menyiapkan fasilitas, sementara masyarakat menjaga dan memanfaatkannya.
“Kota ini bisa maju kalau kita saling menopang,” kata Amsakar. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : FISKA JUANDA