Buka konten ini
Pemerintah menegaskan tahun ini penyerapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih menyisakan banyak kuota. Pasalnya, hingga akhir September 2025 masih tersisa lebih dari 100 ribu unit.
Menteri Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut, kondisi saat ini berbeda dengan tahun lalu ketika kuota habis pada September. Imbasnya, kuota yang ludes itu sempat diprotes para asosiasi pengembang.
“Jadi luar biasa tahun lalu Pak (Prabowo Subianto), ini saya dengar dari Pak Heru, kuotanya habis pada September. Nah kalau sekarang Pak, mereka protes dulu tahun lalu sama pemerintah Pak, karena kuotanya habis. Tahun ini masih sisa banyak, 100 ribu lebih,” kata Maruarar Sirait, Senin (29/9).
Maruarar menambahkan, pemerintah akan terus mendorong semangat para pengembang agar lebih optimal dalam membangun rumah subsidi. Apalagi, kata Ara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sangat ekstra mendukung kebijakan Program 3 Juta Rumah.
“Nanti gantian kita yang mendemo pengembang Pak, karena mereka kurang semangat untuk membangunnya. Apalagi Menteri Keuangan gas terus Pak,” tambah Ara.
Dia menyebut banyak asosiasi pengembang yang terlibat dalam program ini, mulai dari Apersi, Himpera, Asprumnas, Apernas Jaya, Pengembang Indonesia, hingga Apersi Bersatu.
Bahkan Menteri PKP yang kerap disapa Ara menyebut jumlah asosiasi di pengembang hampir sama banyaknya dengan partai di Indonesia.
“Jadi asosiasinya banyak Pak. Ini pengembang sudah seperti partai Pak, banyak sekali anggotanya. Jadi kami juga mesti pinter-pinter ini sama mereka, kalau kerjanya kurang cepat, kami pun bisa didemo Pak,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 183.058 unit rumah hingga 28 September 2025.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan capaian tersebut tercatat setara dengan 52,3 persen dari target 350.000 unit kuota FLPP di sepanjang tahun 2025. Dengan realisasi itu, Heru menyebut pembiayaan yang sudah dikucurkan pemerintah mencapai Rp22,72 triliun.
“Pada 2025, dapat kami laporkan, hingga 28 September, penyerapan KPR Subsidi FLPP telah mencapai 183.058 unit rumah atau 52,3 persen dari target 350.000 dengan total nilai realisasi pembiayaan sebesar Rp 22,72 triliun,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, realisasi FLPP ini disalurkan melalui 38 bank penyalur dan dibangun oleh 7.382 pengembang yang tersebar di 11.488 lokasi perumahan di 33 provinsi serta 354 kabupaten/kota. Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa pencapaian FLPP hingga akhir Triwulan III-2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan.
“Realisasi FLPP sampai akhir Triwulan III-2025 dapat kami laporkan, terus mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun 2004. Ini menunjukkan bahwa KPR subsidi FLPP begitu diminati oleh seluruh rakyat perumahan yang belum memiliki rumah tanpa ada batasan,” tutur Heru. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY