Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri tengah menguji sampel makanan bergizi gratis (MBG) yang dikirim dari Batam. Pemeriksaan dilakukan menyusul dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa penerima program tersebut.
Kepala BPOM Kepri, Ully Mandasari, menyebut pengujian masih berlangsung di laboratorium.
“Sampel yang masuk kemarin hanya satu, dari Batam. Saat ini masih dalam pengujian,” ujarnya, Selasa (30/9).
Menurutnya, proses membutuhkan waktu karena berkaitan dengan pertumbuhan mikroba. Hasilnya nanti akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). “Kami menunggu bakteri tumbuh dulu. Jadi hasilnya belum bisa langsung keluar. Kalau sudah ada, kami kabari,” jelasnya.
Ully menegaskan pihaknya hanya menerima sampel untuk diuji dan belum dapat memastikan apakah makanan tersebut benar penyebab keracunan.
“Untuk teknis lebih lanjut bisa ditanyakan ke BGN (Badan Gizi Nasional),” katanya.
Selain pengujian laboratorium, BPOM Kepri juga melakukan pendampingan kepada Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG). “Pendampingan bisa terkait higienitas dan sanitasi. Kami juga bisa inspeksi ke dapur-dapur SPPG. Jika ada yang tidak sesuai standar, kami minta perbaikan,” ucapnya.
Menjawab kritik soal lemahnya pengawasan, Ully menegaskan pengawasan program MBG melibatkan banyak pihak. “Semua punya porsi masing-masing, ada dinas kesehatan, BPOM, BGN, dan ketahanan pangan. Jadi tidak bisa hanya diarahkan ke satu instansi,” tegasnya.
Ia memastikan sejauh ini BPOM Kepri tidak menemukan kendala berarti. “Semua berjalan sesuai prosedur. Hasil pengawasan resmi akan kami paparkan, termasuk evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
DPRD Kepri Klaim Kawal Ketat Program MBG
DPRD Kepulauan Riau menegaskan akan mengawal ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam dan daerah lain. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kepri dari Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin, menyusul insiden dugaan keracunan yang terjadi di lapangan.
Menurut Wahyu, Gubernur Kepri bersama wakilnya sudah turun langsung meninjau dapur penyedia MBG dan meminta perbaikan segera dilakukan.
“Saya berharap apa yang disampaikan Pak Gubernur bisa dilaksanakan dengan baik oleh dapur MBG, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa-siswi di Batam,” ujarnya, usai menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) di Kantor Dispora Batam, Selasa (30/9).
Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP). “Kalau SOP dijalankan dengan baik, kasus serupa tidak akan terulang. DPRD bersama pemprov akan terus memantau dan melakukan kunjungan ke dapur MBG di Batam maupun Kepri,” katanya.
Terkait kemungkinan penghentian dapur SPPG yang tidak taat SOP, Wahyu menyebut hal itu akan dikoordinasikan dengan gubernur. “Kalau setelah evaluasi masih ada kejadian lagi, maka perlu diberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin dan diganti dengan yang lebih siap,” tegasnya.
Wahyu menambahkan DPRD Kepri aktif melakukan pengawasan dengan turun ke lapangan setiap pekan. “Hal ini untuk memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah secara aman dan sehat,” tutupnya. (*)
Reporter : Yashinta, RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK