Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Provinsi Kepulauan Riau kini resmi memiliki Sekolah Rakyat pertama. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 Tanjungpinang, Selasa (30/9).
Sekolah ini menjadi bagian dari program nasional penyediaan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi jawaban atas kesenjangan pendidikan di wilayah kepulauan.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung, tetapi simbol harapan dan keberpihakan negara. Dari sini kita siapkan generasi emas menuju Indonesia 2045,” ujar Wagub Nyanyang dalam sambutannya.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat di Kepri sangat relevan dengan kondisi geografis provinsi yang memiliki 2.028 pulau, 394 di antaranya berpenghuni, serta berbatasan langsung dengan negara tetangga. Program ini memberi kesempatan setara bagi anak-anak dari keluarga nelayan, pekerja migran, hingga mereka yang sempat putus sekolah.
Nyanyang menambahkan, Pemprov Kepri akan menjaga kualitas pendidikan di sekolah ini dengan menghadirkan guru berdedikasi serta lingkungan belajar yang hangat, inklusif, dan penuh kasih sayang. “Mari kita jadikan Sekolah Rakyat sebagai ruang tumbuh anak-anak Kepri yang berkarakter, berdaya saing, dan bercita-cita luhur,” katanya.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan, Sekolah Rakyat adalah bukti nyata keberpihakan negara dalam menjamin hak pendidikan. “Sekolah ini berasrama, gratis, dari jenjang SD hingga SMA. Ini implementasi amanat konstitusi untuk menjamin pendidikan bagi seluruh warga negara, terutama dari keluarga miskin ekstrem,” tegasnya.
Dari Jakarta, Sekjen Kemensos, Robben Rico, secara daring menuturkan bahwa Kepri menjadi salah satu provinsi di Sumatra dengan alokasi terbanyak pembangunan Sekolah Rakyat permanen. “Ada tiga lokasi di Kepri, yakni Natuna, Tanjungpinang, dan Anambas. Ini menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap akses pendidikan di daerah kepulauan,” ujarnya.
Secara nasional, terdapat 165 titik pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 Tanjungpinang menampung 100 siswa yang terdiri atas 50 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA. Mereka dibimbing oleh 19 tenaga pendidik, enam di antaranya berasal dari Kepri dan 13 lainnya dari luar daerah.
Sebelumnya, seluruh siswa telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis pada 29 September 2025 sebelum memasuki asrama dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (*)
Reporter : JAILANI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO