Buka konten ini

BATAM (BP) – Ancaman narkoba, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial terus mengintai generasi muda. Menyikapi hal ini, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali menggencarkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kamis (25/9), siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam mendapat penyuluhan hukum bertema bahaya NAPZA, anti-bullying, dan bijak bermedsos.
Kegiatan yang digelar di aula sekolah ini dipimpin langsung oleh Kasi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf Hasibuan, bersama tim JMS. Ratusan pelajar terlihat antusias mengikuti sosialisasi sejak pagi.
Dalam paparannya, Yusnar menjelaskan secara rinci perbedaan narkotika dan psikotropika. Ia menekankan bahwa keduanya sama-sama berbahaya, dapat merusak tubuh, menghancurkan masa depan, dan menjerat pelakunya dengan pidana berat.
“Kalau narkotika golongan I seperti ganja, heroin, atau kokain, ancamannya berat sekali. Bahkan bisa sampai hukuman mati,” tegas Yusnar di hadapan para siswa yang menyimak serius.
Ia juga memaparkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta ancaman pidana yang terkandung di dalamnya. Menurut Yusnar, pemahaman hukum sejak dini penting agar pelajar tidak tergoda mencoba-coba narkoba.
Tak hanya soal narkoba, isu perundungan (bullying) juga menjadi bahasan utama. Yusnar menekankan bahwa bullying bukan sekadar bercanda. Jika menimbulkan trauma berkepanjangan, hal itu termasuk tindak perundungan.
“Jangan sampai teman merasa tertekan hanya karena dianggap berbeda atau lemah. Dampaknya bisa fatal, korban depresi, bahkan kehilangan semangat belajar,” ujarnya.
Materi berikutnya menyentuh soal bijak bermedia sosial. Yusnar mengingatkan, media sosial memang memberi banyak manfaat, namun juga rawan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan tindak pidana siber.
“Sekarang sudah ada UU ITE terbaru. Jangan asal posting atau share, karena bisa berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
Sesi tanya jawab pun berlangsung hangat. Beberapa siswa menanyakan sanksi bagi pengguna narkoba hingga cara menghadapi teman yang suka merundung. Semua pertanyaan dijawab lugas oleh tim JMS.
Kepala MAN 1 Batam, Rudy Hartono, menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya penyuluhan hukum agar siswa tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sadar hukum.
“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin digelar, supaya anak-anak mendapat bekal lengkap. Mereka bukan hanya pintar, tapi juga punya karakter kuat,” ujarnya. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : Ratna Irtatik