Buka konten ini

Malam selalu punya cara untuk bercerita. Di Bintan, kisah itu hadir dalam balutan lampu temaram, kepulan kopi hitam, dan obrolan ringan yang mengalir hangat. Di sudut Batu 26, terselip sebuah ruang sederhana yang tak sekadar menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan rasa: Angkringan Art Live.
TERLETAK di Pujasera Pasar Tani, Jalan Lintas Barat, Toapaya Asri, angkringan ini telah menjadi magnet baru bagi siapa saja yang ingin menikmati malam dengan cara lebih akrab. Lampu redup yang menenangkan, meja kayu panjang, serta tikar lesehan sederhana seakan mengundang siapa pun untuk duduk lebih lama.
Aroma kopi hitam yang mengepul, teh manis panas yang menghangatkan tangan, hingga musik lembut yang sesekali terdengar, berpadu menjadi harmoni sederhana. Di sinilah malam Bintan terasa berbeda—lebih intim, lebih dekat.
Menu khas angkringan melengkapi suasana: nasi bakar gurih, sate telur puyuh, ati, usus, gorengan hangat, hingga segelas kopi pekat. Semua tersaji dengan harga ramah di kantong, rasa yang akrab di lidah, dan suasana yang sulit dilupakan.
Bagi Putri, salah seorang pengunjung, angkringan ini bukan sekadar tempat makan.
“Yang membuat kami datang ke sini adalah suasananya. Duduk lesehan membuat kita merasa lebih dekat, baik dengan teman maupun keluarga,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi wanita 24 tahun ini, angkringan Art Live menawarkan pengalaman malam yang berbeda dari tempat nongkrong lain.
Dari kopi hitam hingga kuliner khas angkringan, semua tersaji dalam suasana hangat dan akrab.
”Meski baru di buka, tempat ini mulai populer karena jadi spot ideal untuk menikmati malam dengan suasana cozy, menu khas angkringan dengan harga terjangkau,” kata warga Toapaya Asri Bintan ini.
Pengelola Angkringan Art Live, Nina Nurcahyati, menuturkan bahwa ide membuka tempat ini lahir dari kerinduan akan ruang santai yang sederhana namun bermakna. ”Ini ide bersama rekan-rekan,” katanya.
Meski lokasinya di pinggir jalan, justru banyak yang mencari ketenangan di sini. ”Setelah seharian sibuk, mereka butuh tempat untuk sekadar melepas penat,” kata Nina.
Sejak awal berdiri, angkringan ini bukan hanya menjadi persinggahan malam. Ia juga sering dipilih sebagai ruang temu komunitas, arena diskusi ringan, atau sekadar tempat pekerja larut malam menemukan kehangatan sebelum pulang.
“Kami buka setiap Sabtu hingga Kamis, dari jam tujuh malam sampai tengah malam. Hari Jumat libur,” ujar wanita berusia 24 tahun ini.
Kehadiran Angkringan Art Live memberi warna baru bagi malam-malam warga Bintan, terutama di Toapaya Asri. Dengan konsep sederhana yang dibalut nuansa cozy, ia menghadirkan ruang di mana kuliner, musik, dan obrolan berpadu menjadi kenangan hangat.
Di sini, malam terasa lebih panjang. Lebih berarti. Sebab angkringan bukan hanya soal nasi bakar atau secangkir kopi hitam. Ia adalah ruang pertemuan: antara rasa dan cerita, antara lelah dan jeda, antara sepi dan kebersamaan. Dan di Angkringan Art Live, semua itu menyatu dalam kesederhanaan yang membuat malam di Bintan tak lagi biasa. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : FISKA JUANDA