Buka konten ini

Emma Watson mengungkapkan tantangan berat bekerja di industri Hollywood dalam sebuah episode podcast On Purpose milik Jay Shetty.
Dilansir dari laman Independent pada Sabtu (27/9), aktris berusia 35 tahun ini bercerita tentang sulitnya menjalin pertemanan setelah kesuksesannya di film Harry Potter. Ia merasa pengalaman itu jauh berbeda dengan harapannya.
Watson mengatakan bahwa saat bekerja di Harry Potter, ia merasakan kebersamaan seperti keluarga dengan para pemain lainnya.
Watson juga berharap hubungan serupa terjadi di proyek film dan televisi lain.
Namun kenyataan membuatnya kecewa karena lingkungan Hollywood tidak seperti yang ia bayangkan.
Menurut Watson, banyak rekan di industri hiburan fokus pada karier dan peran masing-masing. Mereka memandang pekerjaan sebagai ajang persaingan ketat tanpa mencari persahabatan. Penolakan dari lingkungan seperti itu menjadi pengalaman yang menyakitkan baginya.
Watson juga menyinggung betapa beratnya melanjutkan karier setelah memerankan Hermione Granger selama 12 tahun.
Watson mengungkapkan bahwa terbiasa dengan suasana hangat dan komunitas yang terjalin di set Harry Potter. Ekspektasi serupa tidak terpenuhi di lokasi syuting lain sehingga membuatnya merasa ’’dihajar.’’
Ketika ditanya soal penyebab sulitnya berteman, Watson menilai persaingan, iri hati, dan hierarki menjadi faktor besar.
Watson mengaku tidak tahan banting untuk menghadapi lingkungan yang sangat kompetitif. Meski demikian, ia bangga karena tetap menjaga perasaannya dan kemanusiaannya.
Bintang Beauty and the Beast ini mengaku pernah menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tidak cukup kuat.
Namun akhirnya ia menyadari mempertahankan kedamaian batin lebih penting daripada menang di industri hiburan. Ia menolak mengorbankan ketenangan demi karier yang melelahkan.
Watson menambahkan bahwa meski belum pensiun, ia mengambil langkah mundur dari dunia akting.
Watson mengatakan bahwa ja tidak merindukan proses promosi dan penjualan karya yang dianggapnya merusak keseimbangan hidup. Baginya, kedamaian pribadi jauh lebih berharga dibanding gemerlap Hollywood. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Alfian Lumban Gaol