Buka konten ini

KEKOSONGAN bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batam mulai memicu keresahan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Suhadi, turun langsung meninjau kondisi itu dan mempertanyakan keseriusan Pertamina dalam menjamin ketersediaan BBM nonsubsidi di Batam.
Sabtu (27/9), Suhadi mendatangi lima SPBU di kawasan Seiladi, Pelita, Batam Center, Baloi Indah, dan Sukajadi. Hasilnya, seluruh SPBU yang ia kunjungi kosong dari pasokan Pertamax maupun Pertamax Turbo sejak pagi hingga siang hari.
“Saya dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang keliling ke lima SPBU, semuanya kosong. Hanya ada satu SPBU yang siang itu baru dapat kiriman,” kata Suhadi kepada Batam Pos.
Menurut keterangan operator SPBU, kelangkaan terjadi karena pasokan kuota BBM nonsubsidi dari Pertamina berkurang drastis. Bahkan, ada SPBU yang hanya menerima sekitar 4 ton Pertamax, jumlah yang dinilai sangat minim untuk kebutuhan kendaraan di Batam.
“Volume kendaraan di Batam semakin tinggi. Kalau pasokan hanya segitu, jelas tidak mencukupi,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Suhadi menilai fenomena ini justru menghambat tren positif masyarakat Batam yang sudah beralih dari BBM subsidi ke nonsubsidi. Ia meminta Pertamina, khususnya melalui PT Pertamina Patra Niaga, lebih serius menjaga ketersediaan BBM di Batam.
“Kita harus menghargai kesadaran masyarakat yang sudah terbiasa mengisi Pertamax. Jangan sampai mereka kecewa karena BBM itu kosong,” tegasnya.
Selain BBM, Suhadi juga menyoroti kelangkaan gas elpiji nonsubsidi atau gas pink di sejumlah toko ritel. Ia menyebut menerima laporan bahwa pekan lalu gas pink sempat sulit ditemukan di beberapa titik.
“Ini juga harus jadi perhatian. Masyarakat sudah banyak beralih ke gas pink, jadi pasokannya harus benar-benar terjamin,” tambahnya.
Ia menegaskan, pasokan energi baik BBM maupun elpiji merupakan kebutuhan vital masyarakat Batam. Karena itu, Pertamina diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh agar distribusi berjalan lancar.
“Jangan sampai masyarakat yang sudah mendukung kebijakan energi malah dirugikan karena pasokan tidak terjamin,” pungkas Suhadi.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, di Kota Batam tetap aman. Masyarakat diminta tidak khawatir meski sempat terjadi kekosongan sementara di sejumlah SPBU pada Sabtu (27/9).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan kondisi tersebut bukan karena kelangkaan stok. Kekosongan hanya dipicu penyesuaian jadwal kedatangan mobil tangki dari Fuel Terminal Batam.
“Suplai BBM nonsubsidi tetap aman, penyaluran terus dilakukan sesuai rencana distribusi. Masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/9).
Pertamina mencatat stok BBM per 27 September 2025 di Integrated Terminal Batam berada dalam kondisi cukup. Tercatat, Pertamax sebanyak 203 kiloliter (KL), Pertamax Turbo 41 KL, Pertalite 687 KL, dan Biosolar 118 KL.
Menurut Fahrougi, angka tersebut menunjukkan suplai BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam keadaan terkendali. Pihaknya juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur agar distribusi ke seluruh SPBU berjalan lancar, termasuk pada akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Penyaluran akan terus dijaga, baik untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, maupun nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo,” jelasnya.
Pertamina, kata dia, berkomitmen menjaga ketahanan energi di Batam. Pelayanan di SPBU pun terus dimaksimalkan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Ia mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. “Ketersediaan BBM cukup, distribusi pun berjalan lancar,” tegasnya.
Dengan penegasan ini, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. “Kami terus mengawal penyaluran energi untuk memastikan layanan tetap optimal,” tutup Fahrougi. (***)
Reporter : Yashinta,
Azis Maulana
Editor : Jamil Qasim