Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kapalan di kaki adalah kondisi kulit menebal akibat gesekan atau tekanan berulang. Meski tergolong mekanisme perlindungan alami, kapalan sering membuat kulit terasa kasar.
Kondisi ini bisa menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Bahkan, kapalan yang dibiarkan berlebihan berpotensi menimbulkan luka atau infeksi.
Perawatan yang tepat dan konsisten sangat penting dilakukan sebab kapalan berlebihan dapat berdampak pada kesehatan kulit.
Dilansir dari laman Halodoc dan Cleveland Clinic, berikut ini sejumlah cara ampuh yang bisa dicoba untuk mengatasi kapalan di kaki.
1. Penggunaan Asam Salisilat
Krim asam salisilat bekerja melunakkan lapisan kulit tebal pada kapalan. Oleskan secara hati-hati hanya pada area kapalan, bukan kulit sehat sekitarnya. Penggunaan krim harus sesuai anjuran dokter. Pemakaian yang sembarangan berpotensi menimbulkan iritasi kulit, terutama jika diaplikasikan pada kulit tipis atau sensitif.
Asam salisilat biasanya tersedia dalam bentuk krim, gel, atau plester khusus. Produk ini membantu mengikis kulit mati secara bertahap hingga kapalan menipis.
Dengan pemakaian rutin dan tepat dosis, krim asam salisilat dapat mempercepat proses penyembuhan sekaligus mengembalikan kelembutan kulit telapak kaki.
2. Pemberian Antibiotik
Kapalan terkadang bisa terluka karena gesekan berulang. Jika muncul infeksi, penggunaan salep antibiotik dibutuhkan untuk mengeringkan luka sekaligus mencegah peradangan memburuk.
Antibiotik hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Pemakaian tanpa pengawasan bisa menimbulkan resistensi bakteri dan menurunkan efektivitas pengobatan di kemudian hari.
Selain mengatasi infeksi, antibiotik membantu mempercepat pemulihan kulit. Luka kapalan yang terinfeksi bisa lebih cepat membaik dengan perawatan medis yang tepat. Jika kapalan semakin parah atau sering kambuh, segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut sesuai kondisi kulit kaki.
3. Menggunakan Krim Eksfoliator
Krim eksfoliator efektif membantu mengangkat sel kulit mati penyebab kapalan. Kandungan seperti urea, amonium laktat, atau asam salisilat biasanya dipakai dalam produk ini.
Sebelum menggunakan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Beberapa bahan aktif dapat menimbulkan iritasi pada jenis kulit tertentu, terutama kulit sensitif.
Eksfoliasi rutin membuat kulit kaki lebih halus, lembut, dan terhindar dari penumpukan sel kulit mati. Pemakaian konsisten membantu kapalan cepat memudar.
Dengan memilih produk eksfoliator yang sesuai, perawatan kaki jadi lebih efektif. Hasilnya, telapak kaki bebas kapalan dan tampil lebih sehat.
4. Pemotongan atau Pengikisan Kulit
Tindakan medis berupa pengikisan kapalan bisa dilakukan dokter menggunakan alat khusus. Cara ini aman dibanding mencoba memotong sendiri di rumah.
Mengikis sendiri tanpa alat steril berisiko menimbulkan luka, pendarahan, hingga infeksi. Karena itu, sebaiknya lakukan prosedur ini di klinik.
Dokter akan menyesuaikan kedalaman pengikisan sesuai kondisi kulit. Hasilnya, kulit menjadi lebih rata, lembut, dan nyaman tanpa kapalan mengganggu.
Dengan penanganan profesional, kapalan bisa diatasi secara cepat, efektif, dan minim risiko komplikasi jangka panjang pada kulit kaki.
5. Pembedahan
Kapalan yang sering kambuh bisa terkait struktur tulang kaki. Dalam kasus berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki posisi tulang penyebab gesekan.
Prosedur bedah dilakukan hanya setelah evaluasi dokter. Tindakan ini merupakan solusi terakhir jika kapalan tidak membaik dengan perawatan konservatif.
Meski terdengar ekstrem, pembedahan efektif mencegah kapalan muncul kembali. Setelah operasi, pasien biasanya dianjurkan menjalani perawatan pemulihan khusus.
Dengan pembedahan yang tepat, masalah kapalan kronis bisa terselesaikan. Hasilnya, kaki menjadi lebih sehat, nyaman, dan bebas keluhan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ALFIAN lUMBAN GAOL