Buka konten ini

BANYUWANGI (BP) — Meski dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami, gempa bumi dengan magnitudo 5,7 yang berpusat di timur laut Banyuwangi pada Kamis (25/9) sore menimbulkan kerusakan cukup signifikan.
Berdasarkan data asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan kabupaten/kota, sedikitnya ada 85 bangunan yang rusak akibat getaran yang cukup kuat itu. Sebanyak 79 di antaranya adalah rumah warga.
Sedangkan, bangunan lain yang terdampak adalah fasilitas umum hingga tempat usaha. Mayoritas terjadi di wilayah Banyuwangi, Situbondo, Jember, dan Bondowoso. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
”Sejauh ini, hanya ada satu warga di Jember mengalami luka ringan,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto kemarin.
Berdasarkan pantauan, gempa magnitudo 5,7 terjadi sekitar pukul 16.04 WIB dengan titik pusat di 46 kilometer timur laut Banyuwangi. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 2–3 detik di wilayah Banyuwangi dan Situbondo.
Setelah itu, juga terjadi beberapa kali gempa susulan. Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat ada sembilan gempa dengan magnitudo terbesar 3,3. Getaran terasa di 12 wilayah di Jatim. Mulai dari Lumajang, Malang, Situbondo, Jember, Surabaya, Pasuruan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Bondowoso, hingga Probolinggo.
Sebaran Kerusakan
Di Banyuwangi, ada sejumlah wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat gempa. Seperti di Kecamatan Wongsorejo yang notabene merupakan wilayah terdekat dengan pusat gempa. Enam rumah dan satu masjid rusak.
Bupati Ipuk Fiestiandani memastikan seluruh bangunan yang rusak akan diperbaiki.
”Selain itu, pemkab bersama Baznas juga mendata kebutuhan warga,” katanya saat berkunjung ke Kecamatan Wongsorejo, kemarin (26/9).
Dampak gempa juga terjadi di Situbondo. Seperti di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Sedikitnya 10 rumah warga rusak.
”Pendataan masih terus dilakukan,” kata Kalaksa BPBD Situbondo Puriyono. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO