Buka konten ini

BATAM (BP) – Menanggapi keluhan orang tua mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap kurang memenuhi standar gizi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menegaskan bahwa variasi menu sah-sah saja dilakukan, tetapi porsi dan kualitas gizi tidak boleh dikurangi.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mencontohkan menu kentang yang dijadikan pengganti nasi dalam uji coba MBG. Menurutnya, tiga potong kentang kecil jelas tidak setara dengan seporsi nasi, sehingga wajar jika anak-anak kurang berselera dan orang tua kecewa.
“Kalau kentang diolah seperti crispy ala restoran cepat saji, mungkin anak-anak lebih tertarik. Tapi kalau cuma tiga potong kecil, jelas tidak cukup dibanding seporsi nasi. Wajar kalau orang tua kecewa,” tegas Hendri, Rabu (24/9).
Hendri menekankan, kepala Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) harus lebih serius mengawasi produksi makanan.
“Jangan sampai porsinya kurang, apalagi sampai basi. Makanan MBG harus enak, bergizi, dan porsinya cukup. Itu harapan kita,” tambahnya.
Kepala SPPG Pandawa Batuaji, Ramadhan, mengakui menu kentang yang disajikan merupakan uji coba yang hasilnya tidak sesuai rencana. Ia menjelaskan, tim dapur harus menangani ribuan porsi dalam waktu terbatas, sehingga porsi kentang justru makin sedikit.
“Rencana awalnya hanya tes food mengganti nasi dengan kentang, tapi karena hasilnya di luar ekspektasi, justru menimbulkan keluhan. Ke depan, kami akan lebih teliti lagi agar porsi dan kualitas sesuai standar,” kata Ramadhan.
Disdik Batam memastikan pemantauan dan koordinasi terhadap program MBG akan terus dilakukan agar anak-anak benar-benar mendapatkan makanan yang enak, bergizi, menarik, dan porsinya cukup. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Ratna Irtatik