Buka konten ini

BATAM (BP) – Balutan adat Melayu yang dikenakan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjadi sorotan saat menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Bandara Hang Nadim, Rabu (24/9). Kehangatan budaya berpadu dengan semangat kebangsaan, memberi pesan simbolik bahwa Batam tak pernah meninggalkan akar jati dirinya.
Pakaian kebesaran Melayu dengan tanjak di kepala dan kain samping yang dikenakan Amsakar bukan sekadar busana, melainkan bentuk penghormatan kepada tamu negara sekaligus penegasan identitas Batam sebagai kota yang tumbuh di atas nilai adat.
Kata Amsakar, budaya adalah jembatan yang menyatukan masyarakat dengan negara. Kehadiran KSAU yang disambut dengan adat Melayu menunjukkan bahwa kerja sama strategis tetap berpijak pada kearifan lokal.
Amsakar menegaskan, letak Batam yang berada di jalur perbatasan internasional membuat kota ini memiliki peran ganda: pusat ekonomi sekaligus benteng pertahanan. “Batam bukan hanya jantung industri, tetapi juga pagar udara bangsa,” ujarnya.
Pernyataan itu sejalan dengan komitmen TNI AU dalam memperkuat pertahanan di wilayah strategis. Kunjungan KSAU dinilai menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan militer.
KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, yang datang bersama Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Isa M Tonny Harjono, menyampaikan apre-siasi atas sambutan hangat dari masyarakat Batam. Baginya, sinergi antara daerah dan TNI adalah modal besar dalam menjaga keamanan udara Nusantara. ”Ini modal kita, modal besar untuk memperkuat keamanan udara,” katanya.
Amsakar pun menyebut, kerja sama ini penting bukan hanya untuk menjaga langit Batam, tetapi juga stabilitas kawasan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. “Batam selalu siap bersinergi dengan TNI dalam menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Kehadiran TNI AU di Batam juga dipandang strategis dalam memperkuat kesiapan pertahanan nasional, mengingat dinamika geopolitik di kawasan Asia Tenggara yang kian kompleks. Momentum ini, menurut Amsakar, harus dimaknai sebagai sinyal kuat bahwa Batam bukan hanya mitra ekonomi nasional, tetapi juga bagian integral dari sistem pertahanan negara. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG