Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Jalan layang atau Flyover Laluan Madani yang diresmikan sejak Desember 2017, kini tampak kusam dan tak terawat. Jembatan megah dengan biaya pembangunan mencapai Rp180 miliar itu sudah berusia delapan tahun, namun kondisinya jauh dari semarak awal.
Pantauan Batam Pos, ornamen melayu pada pilar flyover terlihat kotor dan memudar. Tanaman hias di bawah jembatan juga mati layu tanpa perawatan.
“Dulu flyover ini digadang-gadang jadi daya tarik wisata, sekarang malah kayak tak terurus,” ujar Putra, warga Tiban, Sekupang, Kamis (25/9).
Ia juga mengeluhkan jalan di atas jembatan yang dipenuhi pasir. Kondisi itu dinilainya membahayakan pengendara, apalagi saat panas terik.
“Kalau siang, debu beterbangan. Jadi tidak nyaman,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Feri, warga Baloi, Lubukbaja. Menurutnya, flyover hanya tampak indah pada malam hari karena lampu hias yang menyala.
“Malam memang bagus karena lampunya. Tapi kalau siang, sangat kotor,” ucapnya.
Flyover Laluan Madani memiliki panjang 460 meter, lebar 32 meter, dan tinggi mencapai 9 meter dari permukaan tanah. Jembatan ini berada di pusat kota dan semula dirancang untuk mempercantik wajah Batam.
“Kalau kondisinya dibiarkan kotor seperti ini, jadi penilaian buruk di mata wisatawan mancanegara,” tutup Feri. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK