Buka konten ini


TANJUNGPINANG (BP) – Warga Jalan Teladan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, digemparkan dengan penemuan bom mortir yang diduga masih aktif. Benda berbahaya itu dibawa pulang oleh seorang nelayan setempat ke rumahnya di Lorong Gurindam 3, RT 01 RW 10, Kelurahan Kemboja, Kamis (25/9).
Bom pertama kali ditemukan Among, nelayan asal Tanjungpinang, saat menjaring ikan di Perairan Pulau Bayan. Tanpa curiga, ia memikul benda logam berukuran besar itu ke rumah.
Suasana sekitar rumah nelayan langsung dijaga ketat aparat kepolisian. Garis polisi terpasang membatasi akses menuju gang sempit yang dipenuhi rumah-rumah warga.
”Dia temukan bom itu saat menjaring, lalu dipikul dibawa pulang. Setelah dicek warga, ternyata bom, dan langsung dilaporkan ke polisi,” ujar Ketua RT setempat, Azin.
Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Missyamsu Alson, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, mortir dengan berat sekitar 8 kilogram dan panjang 38 sentimeter itu masih diduga aktif. “Bom dibawa pulang Rabu kemarin. Saat ini rumah dan lingkungan sekitar sudah kita sterilkan demi keamanan,” jelasnya.
Tidak lama kemudian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Kepri tiba di lokasi. Mereka mengenakan perlengkapan khusus untuk mengevakuasi mortir tersebut. Dengan hati-hati, bom dipindahkan ke lokasi aman untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sementara kami amankan ke tempat yang lebih aman, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Wadanyon B Pelopor Uban, Polda Kepri, AKP Gungun.
Dari pemeriksaan awal, belum bisa dipastikan apakah mortir itu masih aktif atau tidak. Sebab, kondisi fisiknya sudah berkarat dan pemantik tidak terlihat jelas. “Namun dipastikan benda ini sejenis mortir, dan berpotensi meledak,” tegas Gungun.
Mortir tersebut kini diamankan di Mapolsek Tanjungpinang Kota. Nantinya, pasukan Gegana akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tingkat keaktifannya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO