Buka konten ini
NEW YORK (BP) – Momen pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (23/9) mendapatkan atensi. Bukan hanya soal isi dan durasinya yang panjang, tetapi rangkaian insiden yang dialami Trump sebelum dan saat berpidato.
Rabu (24/9) waktu setempat, melalui unggahan di platform media sosial Truth Social miliknya, Trump menyebut bahwa dirinya menjadi korban sabotase rangkap tiga. Dilansir dari Asia One, Trump menuding ada upaya untuk mengganggu penampilannya di forum internasional tersebut.
”Bukan satu, bukan dua, tetapi tiga peristiwa yang sangat mengerikan!” tulis Trump.
Dia merujuk pada insiden eskalator yang tiba-tiba berhenti saat dia dan istrinya, Melania, naik menuju lantai utama PBB. Selanjutnya, teleprompter yang mati di awal pidatonya, dan sistem suara yang membuat para delegasi disebut-sebut tak bisa mendengar apa yang dia sampaikan.
PBB Membantah
Namun, PBB membantah tudingan tersebut. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menjelaskan bahwa eskalator berhenti karena sistem keamanan otomatis yang terpicu. Dia menyebut bahwa seorang videografer dari tim Trump terlihat berjalan mundur di atas eskalator untuk merekam kedatangan presiden Trump itu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO