Buka konten ini
BEIJING (BP) – Tiongkok mempercepat langkah untuk mewujudkan energi nuklir berbasis fusi. Mereka tengah menguji sistem robot tahan radiasi terbesar dan terkuat.
Robot itu dirancang untuk merawat reaktor fusi yang dilengkapi sistem kendali jarak jauh dengan tiga lengan canggih. Perangkat otonom itu juga telah lolos evaluasi para ahli.
South China Morning Post melaporkan Rabu (24/9), robot raksasa tersebut merupakan bagian dari proyek besar Comprehensive Research Facility for Fusion Technology (CRAFT), pusat penelitian untuk pengembangan teknologi fusi di Tiongkok. Proyek tersebut dijuluki Kuafu yang merujuk pada tokoh mitologi Tiongkok yang legendaris lantaran berusaha menangkap matahari.
Julukan itu dipilih untuk menggambarkan ambisi Tiongkok menciptakan ’’matahari buatan’’ melalui energi fusi. Fasilitas penelitian itu berlokasi di Hefei, Provinsi Anhui, dan dikelola Institute of Plasma Physics di bawah naungan Chinese Academy of Sciences.
Pan Hongtao, peneliti utama proyek itu, menegaskan bahwa pengembangan itu bukanlah proses sederhana. Pihaknya harus mengatasi tantangan besar terkait dengan material, struktur robot, kemampuan sensor, sistem kendali, hingga keandalan.
’’Hasilnya adalah mesin yang dapat beroperasi di lingkungan ekstrem dengan beban berat dan tingkat presisi yang belum pernah ada sebelumnya,’’ ujarnya.
Teknologi tersebut diproyeksikan mendukung pengoperasian perangkat fusi generasi baru, baik di dalam negeri maupun internasional. Salah satunya adalah proyek Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak di Hefei yang ditargetkan rampung pada 2027.
Termasuk, International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) di Prancis, yaitu proyek kolaborasi 35 negara yang juga menggunakan sistem robotik dengan kapasitas beban hingga 45 ton.
Pan menambahkan, teknologi serupa dapat diaplikasikan di bidang lain. ’’Misalnya, untuk sektor perawatan pembangkit nuklir, kedirgantaraan, operasi mesin berat, hingga misi penyelamatan darurat,’’ katanya.
Saat ini lebih dari 300 ilmuwan dan insinyur terlibat dalam pengembangan CRAFT. Misi itu diharapkan terwujud akhir tahun nanti. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO