Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Samsung resmi menghadirkan Galaxy Tab S11 Series di Indonesia. Kehadiran tablet terbaru ini dinilai relevan dengan perubahan tren pasar: perangkat tablet kini bukan lagi sekadar layar hiburan, melainkan menjadi alat kerja profesional, studio kreatif, hingga ruang belajar fleksibel.
Galaxy Tab S11 Series mengusung bodi ultra-tipis 5,1 mm dengan bezel 5,2 mm. Performa tablet ini didukung prosesor MediaTek Dimensity 9400+ fabrikasi 3nm, yang membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan dimaksud mencakup 33 persen lebih cepat pada NPU untuk pemrosesan AI, 24 persen peningkatan CPU, dan 27 persen peningkatan GPU untuk grafis dan multitasking berat.
Untuk tampilan, Samsung menyematkan layar Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.600 nits. Hasilnya, pengalaman visual lebih tajam baik di dalam maupun luar ruangan.
Tablet ini juga hadir dengan S Pen terbaru bergaya heksagonal ergonomis dan dukungan sudut kemiringan lebih besar. Dukungan fitur Galaxy AI seperti Writing Assist dan Drawing Assist memberi nilai tambah bagi produktivitas maupun kreativitas.
Samsung memposisikan Galaxy Tab S11 Series sebagai perangkat serba bisa. Untuk kalangan profesional, ada Samsung DeX Extended Mode yang memungkinkan setup dual-screen seamless antara tablet dan monitor eksternal.
Bagi kreator, tablet ini dapat berfungsi sebagai studio portable dengan dukungan aplikasi seperti Clip Studio Paint dan LumaFusion, lengkap dengan bonus akses premium.
Sementara bagi mahasiswa, fitur seperti Transcript otomatis, Circle to Search, hingga integrasi Gemini Live mendukung proses belajar lebih efisien dan interaktif.
Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa Galaxy Tab S11 Series dirancang untuk mengikuti perubahan cara orang bekerja dan belajar.
“Galaxy Tab S11 Series hadir untuk menjadi partner kerja premium yang tumbuh bersama cara orang berkarya saat ini. Kreator butuh studio portable, profesional butuh kantor virtual, mahasiswa butuh ruang belajar fleksibel, semua itu bisa diwujudkan dalam satu perangkat,” ujar Annisa di Jakarta, Rabu (24/9).
Meskipun pasar tablet tidak sebesar smartphone, segmen premium justru menunjukkan pertumbuhan. Pekerja hybrid, profesional muda, hingga kreator konten mendorong permintaan akan perangkat multifungsi dengan performa tinggi dan ekosistem aplikasi yang lengkap.
Persaingan di kategori ini cukup ketat. Apple iPad Pro masih menjadi pesaing terkuat dengan ekosistem iOS, sementara Huawei MatePad Pro mencoba menawarkan alternatif dengan harga lebih terjangkau. Dengan Galaxy Tab S11 Series, Samsung berupaya memperkuat dominasinya lewat integrasi AI, ekosistem Galaxy, dan produktivitas lintas perangkat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY