Buka konten ini
BATAM (BP) – Kota Batam kembali menjadi magnet bagi pendatang, khususnya perempuan. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat, dari total 76.062 jiwa yang masuk hingga September 2025, lebih dari 59 ribu di antaranya adalah perempuan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan jumlah penduduk yang masuk masih lebih tinggi dibandingkan dengan yang keluar. Hingga September 2025, tercatat 54.799 jiwa pindah keluar dari Batam melalui 26.140 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Dari jumlah itu, 27.191 laki-laki dan 27.608 perempuan.
“Jumlah pendatang yang masuk memang lebih banyak dibanding yang keluar. Sebagian besar berada pada usia produktif dan datang ke Batam untuk mencari pekerjaan,” ujar Yusfa, Senin (22/9).
Menurutnya, perpindahan penduduk ke Batam dipengaruhi sejumlah faktor, seperti peluang kerja yang besar, penempatan tugas, mengikuti keluarga, hingga melanjutkan pendidikan. Sebagai kawasan industri dan perdagangan yang berkembang pesat, Batam menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga dari Pulau Sumatra dan Jawa.
Mayoritas pendatang berasal dari Sumatra, khususnya dari Provinsi Sumatra Utara, Riau, dan Sumatra Barat. Sementara warga yang keluar dari Batam umumnya menuju daerah di luar Pulau Sumatra serta beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah kecamatan juga mencatat peningkatan jumlah pendatang. Kecamatan Sagulung menjadi yang tertinggi dengan 13.343 orang, disusul Sekupang 13.237 orang, dan Batam Kota 11.281 orang. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RYAN AGUNG