Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Harga cabai merah di Pasar Tradisional Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, melonjak tajam. Pedagang mengklaim kenaikan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca.
Di pasar tersebut, cabai merah dijual dengan harga Rp88 ribu per kilogram. Meski sempat turun dari Rp90 ribu per kilogram, harga cabai masih terbilang tinggi dibanding harga normal, yakni sekitar Rp42 ribu per kilogram.
”Beberapa hari sempat Rp90 ribu per kg. Sekarang sudah Rp88 ribu. Ini masih tinggi, karena normalnya Rp42 ribu. Sementara cabai jenis lain masih normal,” ujar Ahmad, pedagang cabai di Pasar Bincen.
Ahmad menjelaskan, cabai yang dijualnya berasal dari petani lokal di Kabupaten Bintan. Kenaikan harga, menurutnya, dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, pedagang lain, Ali, menjual cabai merah dengan harga Rp86 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai sempat turun hingga Rp40 ribu per kilogram.
”Naiknya karena cuaca ekstrem. Ongkos kirim juga tinggi, karena cabai yang saya jual ini berasal dari Jawa,” kata Ali.
Lonjakan harga cabai ini dirasakan cukup membebani masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang mengandalkan cabai sebagai bahan pokok memasak.
”Cukup sedih sebenarnya, tapi ya sudah kalau memang seperti ini. Ini sudah kebutuhan rumah,” kata Erna, salah seorang pelanggan di Pasar Bincen. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO