Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapal Roro Bahtera Nusantara 01 sukses melakukan uji sandar perdana di Pelabuhan Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Barat, Senin (22/9). Momen ini menjadi langkah penting sebelum pelabuhan yang baru selesai dibangun itu benar-benar dioperasikan.
Uji sandar merupakan syarat utama untuk pengajuan trayek kapal Roro kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tanpa itu, izin operasional tak bisa diterbitkan.
Nakhoda KMP Bahtera Nusantara 01, Eko Mardianto, memastikan seluruh proses uji coba berjalan lancar. “Kondisi angin teduh, dan dermaga pas untuk sandar kapal,” ujar Eko setelah uji coba.
Untuk memastikan kesiapan, kapal Roro ini mengangkut dua mobil dan sepuluh sepeda motor dari Tanjunguban. Semua kendaraan berhasil turun dengan lancar tanpa kendala berarti. Menurut Eko, hasil ini menunjukkan dermaga Kuala Maras siap menerima kapal besar secara rutin.
Hadirnya Bahtera Nusantara 01 merupakan bagian dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah, terutama di daerah terluar. “Insya Allah kami siap melayani masyarakat Jemaja. Saya sebagai nakhoda tak sabar untuk rutin singgah sesuai program konektivitas dari Pak Prabowo,” tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Anambas, Abdul Kadir, menyebut kehadiran kapal Roro sudah lama dinanti warga Jemaja. Dengan Roro, distribusi barang akan lebih mudah dan murah.
“Selama ini harga sembako cenderung mahal karena distribusi berlapis dan butuh bongkar muat berulang. Dengan adanya Roro, barang bisa dibawa langsung menggunakan truk atau pikap tanpa biaya bongkar tambahan,” jelas Abdul Kadir.
Ia optimistis keberadaan kapal ini akan menekan harga kebutuhan pokok, mempercepat arus perdagangan, dan mendorong roda ekonomi Jemaja. “Kehadiran Roro ini bukan sekadar transportasi, tapi membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Jika resmi beroperasi, KMP Bahtera Nusantara 01 akan melayani rute Tanjunguban – Kuala Maras – Matak – Natuna – hingga Pontianak. Jalur ini diyakini akan menjadi penghubung vital antara Jemaja dan pusat-pusat ekonomi lain.
“Kami tinggal menunggu kepastian dari Kemenhub kapan pelabuhan bisa digunakan secara komersial. Namun pada prinsipnya, baik pelabuhan maupun masyarakat sudah sangat siap,” pungkas Abdul Kadir. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO