JAKARTA (BP) – Pengguna jalan yang resah dengan penggunaan strobo patwal ramai-ramai membuat gerakan setop strobo. Mereka kesal karena tidak hanya harus didahulukan, suara tot tot wok wok strobo patwal dinilai mengganggu. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, pun menyatakan bahwa pihaknya selalu mendengarkan suara masyarakat.
Karena itu, dirinya sebagai salah seorang pejabat utama Polri memutuskan untuk membekukan penggunaan strobo patwal dalam rangkaian kendaraan dinas yang dia gunakan. Menurut dia, gerakan yang dibuat oleh pengguna jalan merupakan salah satu bahan masukan dan evaluasi bagi Korlantas Polri. Tujuannya agar seluruh pengguna jalan merasa nyawa saat berkendara.
”Semua masukan masyarakat itu hal positif untuk kita dan ini saya evaluasi. Dan bahkan saya (sebagai) kakorlantas saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu,” terang dia.
Irjen Agus mengakui bahwa aturan penggunaan strobo pada patwal memang ada. Dalam kondisi tertentu, patwal pejabat publik diperkenankan menggunakan strobo. Namun demikian, gerakan yang muncul di masyarakat bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi. Tentu saja dengan harapan ke depan aturan yang ada tidak sampai membuat masyarakat merasa terganggu.
”Apalagi (kalau jalanan) padat, ini kita evaluasi biarpun ada ketentuannya, pada saat kapan menggunakan sirine termasuk tot tot. Dan ini saya terima kasih kepada masyarakat untuk Korlantas sementara kami bekukan. Semoga tidak usah harus pakai tot tot lagi lah, setuju ya,” tegasnya.
Sebelumnya, Korlantas Polri menyatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas kecelakaan lalu lintas sudah berkurang. Setidaknya pada periode yang sama tahun ini dan tahun lalu. Korlantas mengedukasi para pengendara dan pengguna jalan agar lebih hati-hati serta mengikuti seluruh aturan dan ketentuan berlalu lintas. Tujuannya tidak lain menciptakan ruang berkendara yang aman
”Dan ini ada penurunan dari semester 1 2024 ke 2025 itu hampir 1.800 peristiwa kecelakaan selama 6 bulan. Jadi ada penurunan. Terus fatalitas korban meninggal juga ada penurunan cukup signifikan, ada 19,8 persen. Jadi, turun angkanya 2.512 kasus,” ungkap Agus. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol