JAKARTA (BP) – Kata-kata yang kita ucapkan setiap hari dapat menunjukkan lebih dari sekadar maksudnya. Tanpa disadari, beberapa frasa tertentu dapat mencerminkan kurangnya kepercayaan diri atau status rendah. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk mencari validasi atau persetujuan orang lain.
Melansir dari Geediting.com, mengenali frasa-frasa ini bisa menjadi langkah awal yang baik. Hal ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif dalam interaksi sosial. Mari kita cermati tujuh ungkapan tersebut dan alasannya.
1. “Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi…”
Ungkapan ini adalah pengakuan secara tidak langsung akan rasa tidak nyaman dengan pencapaian pribadi. Orang yang menggunakannya seolah meminta maaf atas kesuksesan yang dimilikinya. Ini menunjukkan kurangnya keyakinan pada nilai diri sendiri.
2. “Sejujurnya…”
Ketika seseorang terus-menerus mengawali kalimatnya dengan ”sejujurnya,” hal itu dapat menimbulkan keraguan. Ini menyiratkan bahwa mereka biasanya tidak jujur saat berbicara. Ungkapan ini melemahkan kredibilitas mereka dalam percakapan.
3. “Maaf, tapi…”
Frasa ini sering digunakan saat akan menyela atau memberikan pendapat yang berbeda. Mengawali kalimat dengan ”maaf” melemahkan argumen yang ingin disampaikan. Hal ini membuat orang lain tidak menganggap serius pendapat mereka.
4. “Apakah itu masuk akal?”
Frasa ini digunakan untuk meminta validasi dari lawan bicara atas apa yang baru saja dikatakan. Ini menunjukkan keraguan pada pemikiran dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan jelas. Ini secara tidak langsung meminta persetujuan Anda.
5. “Aku hanya bilang…”
Ketika seseorang menggunakan frasa ini, mereka mencoba mundur dari pernyataan yang dibuatnya. Hal ini sering muncul setelah mereka mengatakan sesuatu yang kontroversial atau ofensif. Mereka tidak mau mengambil tanggung jawab atas perkataannya.
6. “Aku tidak tahu…”
Menggunakan frasa ini terlalu sering dalam percakapan dapat menunjukkan kurangnya pengetahuan atau ketidakmampuan. Ini bisa membuat orang lain kehilangan kepercayaan pada kemampuan mereka. Ini menunjukkan kurangnya rasa yakin diri.
7. “Menurutku…”
Satu di antara frasa yang sering digunakan, ini digunakan untuk memberikan opini. Namun, menggunakannya secara berlebihan dapat menunjukkan keraguan. Hal ini bisa terlihat seperti mereka tidak yakin dengan apa yang mereka katakan.
Pada intinya, orang yang menggunakan frasa-frasa ini sering kali berupaya melindungi diri dari penilaian orang lain. Mereka mencari validasi dari orang-orang di sekitar mereka. Hal ini dapat membuat mereka terlihat kurang berwibawa di mata lawan bicara.
Dengan berkomunikasi secara penuh kesadaran dan memilih kata-kata dengan bijak, kita dapat menampilkan diri secara lebih percaya diri. Memproyeksikan kekuatan melalui bahasa adalah cara penting untuk meningkatkan status sosial dalam interaksi. (***)
Reporter : JP GRoUP
Editor : Alfian Lumban Gaol