Buka konten ini

MOSKOW (BP) – Rusia mulai mengembangkan jaringan satelit internet. Mereka berambisi menandingi dominasi satelit internet milik Elon Musk, Starlink.
Starlink saat ini mengoperasikan lebih dari 8 ribu satelit di jaringan orbit rendah. Jaringan milik SpaceX itu telah menjadi pilihan utama untuk akses internet di wilayah terpencil dan zona konflik, termasuk oleh militer Ukraina.
Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Bakanov, menyatakan, proyek itu bergerak cepat sebagai bagian dari strategi modernisasi industri ruang angkasa Rusia.
Melalui proyek yang dikembangkan perusahaan kedirgantaraan Bureau 1440, Rusia berupaya menciptakan sistem satelit orbit rendah yang mampu menyediakan layanan data broadband global dengan kualitas kompetitif.
Proyek itu juga menjadi upaya koreksi atas kesalahan masa lalu. Bakanov mengenang bagaimana Rusia pernah meremehkan visi Elon Musk pada 2002, yaitu saat Musk berupaya membeli rudal balistik antarbenua di Moskow untuk keperluan peluncuran luar angkasa.
’’Kami belajar dari pengalaman itu. Dulu kami anggap ide Musk tidak realistis. Namun, justru dari situlah lahir inovasi yang menekan biaya peluncuran dan akhirnya merugikan kami,’’ ungkap Bakanov sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (18/9).
Untuk mendukung proyek tersebut, Bakanov yang sebelumnya memimpin perusahaan komunikasi satelit Gonets menekankan pentingnya regenerasi talenta. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO