Buka konten ini

BATAM (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Rabu (17/9) sore. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat di pulau tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, dalam laporannya menyampaikan bahwa pendirian koperasi ini sejalan dengan instruksi Presiden dan Peraturan Menteri Koperasi terkait percepatan pengembangan koperasi di daerah. Hingga kini, Batam telah memiliki 64 koperasi, namun tantangannya adalah memastikan koperasi benar-benar aktif beroperasi, bukan hanya sekadar ada di atas kertas.
“Kami berkomitmen agar koperasi ini tetap hidup. Dari 64 KMP di Batam, Pulau Buluh menjadi salah satu yang paling siap. Bahkan, persiapannya sudah dilakukan sejak lama. Karena itu, hari ini Pak Wali bisa melihat langsung kesiapan koperasi ini,” ujar Salim.
Dukungan terhadap KMP Pulau Buluh juga datang dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai mitra keuangan, serta dua perusahaan swasta. PT Mitra Candi Abadi, misalnya, akan menjadi penyedia agen elpiji. Harapannya, KMP Pulau Buluh tidak hanya berstatus sebagai sub-pangkalan, melainkan pangkalan penuh sehingga bisa memperoleh kuota lebih besar dan menekan harga.
Selain itu, PT Putera Daerah Sukses Bersama akan menyuplai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan sembako lainnya.
Ketua KMP Pulau Buluh, Rudi Juniarto, menuturkan Surat Keputusan (SK) pendirian koperasi telah diterima bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional. Ia mengakui para pengurus masih awam, tetapi dengan semangat serta bimbingan dari berbagai pihak, ia optimistis koperasi akan berkembang.
“Mudah-mudahan ini bukan hanya seremonial. Kami butuh pelatihan dan pendampingan, karena kami belum terlalu paham hal-hal teknis, apalagi yang berkaitan dengan teknologi,” ucap Rudi.
Deputi Sarana dan Prasarana Kemaritiman Kemenko Marves, Amalios, menilai KMP Pulau Buluh berpotensi menjadi role model bagi 64 koperasi merah putih di Batam.
“Model ini memberikan warna berbeda dibanding daerah lain. Kami yakin koperasi di Batam bisa hidup semua, asalkan dijalankan dengan serius. Kami juga siap memberikan dukungan penuh kepada satgas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa koperasi ini merupakan yang pertama diresmikan di Batam, sekaligus nomor dua di Kepri setelah Kabupaten Lingga. Hal ini menurutnya menunjukkan keseriusan Pemko Batam dalam mendukung program nasional koperasi merah putih.
“Saat retret di Magelang, Presiden Prabowo menegaskan koperasi ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita harus berikhtiar bersama, jangan hanya fokus pada simpan pinjam, tetapi pikirkan juga prospek usaha lain yang bisa mengembangkan koperasi ini,” tegas Amsakar.
Ia juga mengingatkan agar koperasi dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan sampai bermasalah di awal. Modal penting adalah kepercayaan. Setidaknya sudah ada dua pelaku bisnis yang siap membantu, maka jaga kepercayaan ini dengan baik,” pesan Amsakar.
Dengan peresmian ini, Pulau Buluh kini memiliki koperasi yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan ekonomi warganya. Ke depan, KMP Pulau Buluh ditargetkan bukan hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah hinterland Batam. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : JAMIL QASIM