Buka konten ini

BATAM (BP) – Polda Kepulauan Riau menilai tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepri dipicu dua faktor utama: minimnya rambu lalu lintas dan rendahnya kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan keselamatan.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Andhika Bayu, mengatakan pihaknya bersama pemerintah kota sudah melakukan evaluasi perambuan di sejumlah ruas jalan.
Penambahan rambu akan mulai direalisasikan tahun depan.
“Kecelakaan lalu lintas masih tinggi, salah satunya karena rambu tidak memadai. Ini sudah kami bahas dengan pemerintah kota, dan tahun depan bisa direalisasikan,” ujarnya, Rabu (17/9).
Andhika mencontohkan kawasan Tiban, Batam, yang rawan kecelakaan karena padat kendaraan, tetapi minim tanda peringatan dan batas kecepatan.
“Kalau ada rambu hati-hati dan pembatas kecepatan, risiko kecelakaan bisa ditekan. Tapi selama ini kondisinya belum mendukung,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menekankan bahwa perbaikan rambu hanyalah salah satu aspek. Faktor yang lebih mendasar adalah budaya disiplin masyarakat dalam berkendara.
“Jalan lebar dan mulus, tapi kalau perambuannya tidak ada jelas berbahaya. Ditambah lagi budaya pengendara kita yang sering abai terhadap keselamatan,” tegasnya.
Kapolda menyoroti kebiasaan pengendara yang kerap tidak menyalakan lampu motor di pagi hari, lampu belakang mati atau tertutup pakaian, hingga enggan menggunakan atribut keselamatan. Menurutnya, hal-hal kecil itu justru berpengaruh besar terhadap risiko kecelakaan.
“Kalau di luar daerah atau luar negeri, hal-hal begini sangat diperhatikan. Di sini, kesadaran masyarakat masih kurang. Itu yang harus dibenahi bersama,” kata Asep.
Selain infrastruktur dan perilaku, faktor kelayakan kendaraan juga dianggap penting. Polda Kepri meminta agar uji kendaraan oleh Dinas Perhubungan dilakukan lebih ketat sehingga hanya kendaraan laik jalan yang bisa beroperasi.
“Jangan ada kompromi. Kalau kendaraan tidak layak, jangan diloloskan. Karena ini menyangkut keselamatan banyak orang di jalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya menekan angka kecelakaan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari penambahan rambu, pembenahan budaya disiplin berkendara, hingga pengawasan ketat kelayakan kendaraan.
“Semua unsur harus diperbaiki bersama-sama. Kalau terpenuhi, angka kecelakaan akan berkurang, dan masyarakat bisa lebih aman di jalan,” pungkas Asep. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim